[Analisis SMM: Ekspor Timah Batangan Indonesia: Perubahan Struktural di Tengah Gangguan Kebijakan dan Prospek Tarik-Menarik Pasokan dan Permintaan Global]
Pada Januari 2025, ekspor timah batangan Indonesia anjlok menjadi 1,56 ribu ton, turun 66,57% MoM, terutama akibat pemeliharaan musiman di smelter yang dikombinasikan dengan keterlambatan persetujuan izin ekspor. Pada akhir Februari, volume perdagangan timah batangan di bursa ICDX dan JFX pulih menjadi 4.305 ton, menunjukkan pemulihan ekspor yang marginal. Namun, dipengaruhi oleh perlambatan produksi selama Ramadan, volume perdagangan di bursa turun kembali menjadi 1.150 ton pada awal Maret. Secara keseluruhan, ekspor Maret diperkirakan tetap berfluktuasi pada level rendah. Perhatian khusus harus diberikan pada peninjauan kualifikasi yang lebih ketat untuk eksportir oleh Kementerian Keuangan Indonesia dan penyesuaian mekanisme alokasi kuota, yang kemungkinan akan menekan ekspor jangka pendek.
![SHFE timah ditutup di 412.910 pada sesi malam, turun 0,70%, karena posisi jual bertambah. Level 410.000 sedang diperebutkan oleh pembeli dan penjual [SMM Tin Morning News]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/reOma20251217171751.jpg)
![SHFE timah semalam naik 0,76% hingga berada di atas 418.000; probabilitas kenaikan suku bunga September turun menjadi 50,4% [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JnZMp20251217171752.jpg)

