[Pernyataan Trump Memicu Sentimen Penghindaran Risiko, Harga Tembaga Berfluktuasi Turun]
Dari sisi makro, Trump mengakui bahwa kebijakan tarif komprehensifnya mungkin membawa beberapa "rasa sakit jangka pendek" bagi warga Amerika dan tidak menutup kemungkinan bahwa rasa sakit terkait tarif dapat menyebabkan resesi ekonomi. Pernyataan ini memicu peningkatan sentimen penghindaran risiko pasar, dengan indeks dolar AS rebound, memberikan tekanan pada harga tembaga. Selain itu, pasar khawatir bahwa kebijakan tarif AS dapat menyeret turun ekonomi global dan melemahkan permintaan energi, dengan harga minyak internasional turun ke level terendah enam bulan, semakin membebani harga tembaga.



