Analisis Tren Pasar Nikel Minggu Ini
Minggu lalu, harga nikel dipengaruhi oleh faktor makro dan mikro, menunjukkan tren fluktuatif. Harga nikel LME ditutup pada $15,455/mt pada 14 Februari, turun 0,29% dari minggu sebelumnya. Kontrak nikel SHFE 2503 yang paling banyak diperdagangkan ditutup pada 124,620 yuan/mt pada 14 Februari, naik 0,27% dari hari perdagangan sebelumnya. Minggu ini, harga nikel terus dipengaruhi oleh kebijakan Indonesia, pertemuan Federal Reserve, dan tingkat persediaan. Selain itu, usulan UE pada 20 Februari untuk melarang impor aluminium Rusia memengaruhi harga LME, yang menunjukkan kinerja campuran, dengan harga nikel rebound dari penurunan dan ditutup lebih tinggi. Selanjutnya, komentar Trump tentang kemungkinan mencapai perjanjian dagang baru dengan China mendorong kenaikan harga nikel SHFE kemarin. Hingga hari ini, nikel LME dibuka pada $15,615/mt, turun 1,31% dari hari perdagangan sebelumnya. Kontrak nikel SHFE 2503 yang paling banyak diperdagangkan ditutup pada 125,040 yuan/mt, turun 0,79%.
Sisi Biaya: Ketidakpastian Ekspor Bijih Nikel Indonesia Tetap Menjadi Fokus Pasar
Minggu ini, selain ketidakpastian seputar perkembangan kebijakan Indonesia yang terus mengganggu pasar, perhatian juga harus diberikan pada sanksi UE terhadap produk logam Rusia. Meskipun nikel tidak termasuk, kekhawatiran atas pasokan nikel Rusia meningkat. Selain itu, pernyataan Trump tentang kemungkinan mencapai perjanjian dagang baru dengan China telah meningkatkan sentimen pasar, mendorong kenaikan harga nikel kemarin.
Sisi Permintaan: Permintaan Hilir yang Lemah
Pasar baja tahan karat belum menunjukkan perbaikan signifikan. Meskipun beberapa pedagang telah memperkirakan permintaan pasca-liburan yang lebih lemah berdasarkan pola musiman, pemulihan permintaan tahun ini jauh lebih lemah dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor energi baru telah memberikan beberapa dukungan untuk permintaan nikel karena pertumbuhan penjualan EV, tetapi penurunan harga lithium baru-baru ini dapat secara tidak langsung menekan pertumbuhan permintaan nikel. Permintaan paduan menunjukkan peningkatan yang relatif stabil.
Sisi Pasokan: Surplus Nikel Olahan Berlanjut
Hingga 21 Februari, persediaan sosial nikel olahan domestik di enam wilayah mencapai 47,209 mt, turun 4,55% MoM tetapi naik 95,84% YoY. Situasi surplus terus membatasi ruang kenaikan harga nikel.
Tren Pasar: Pergerakan Mendatar, Sentimen Makro Mendorong Volatilitas
Secara keseluruhan, harga nikel menunjukkan tren fluktuatif minggu ini, melonjak pada Kamis (20 Februari) sebelum mundur. Antara 17 hingga 21 Februari, harga nikel SHFE berfluktuasi dalam kisaran 123,260 yuan/mt hingga 126,360 yuan/mt.
Prospek: Fokus pada Perubahan Kebijakan dan Permintaan
Dalam jangka pendek, harga nikel diperkirakan akan tetap bergerak mendatar. Pasar harus memantau perkembangan lebih lanjut dalam kebijakan bijih nikel Indonesia dan Filipina, serta pemulihan permintaan aktual dari sektor baja tahan karat dan energi baru.

![[Analisis SMM] Selisih Harga Penawaran-Permintaan Sulit Menyempit, Harga Berfluktuasi dalam Jangka Pendek](https://imgqn.smm.cn/usercenter/LNpBh20251217171732.jpeg)
![[Analisis SMM] Ketidakpastian Makro Membebani Futures Stainless Steel; Inventaris Rendah dan Permintaan Menopang Pasar Spot](https://imgqn.smm.cn/production/admin/votes/imageshyuTG20260522182711.png)
