Webstock Inc., mengutip media asing pada 6 Februari, melaporkan bahwa perusahaan tambang global Anglo American mengumumkan pada hari Rabu bahwa produksi tembaga tahun lalu turun 6% menjadi 773.000 mt, sementara produksi tembaga Q4 turun 14%.
Perusahaan tambang yang terdaftar di London tersebut memperkirakan produksi tembaga pada 2025 mencapai 690.000-750.000 mt.
Anglo American menyatakan bahwa panduan produksi tembaga ke depan tetap tidak berubah, dengan produksi tembaga pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi 760.000-820.000 mt, didorong oleh peningkatan kadar tembaga di Chili, dan produksi tembaga pada 2027 diproyeksikan sebesar 760.000-820.000 mt.

![Persediaan Kembali Mencapai Titik Terendah Baru, Premi Terus Naik [SMM Tembaga Spot Tiongkok Selatan]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/HAuaN20251217171710.jpg)

![[Kilas | Imacec Juli Chili Turun 1,5% YoY, Penurunan Bulanan Terdalam Sejak 2022 karena Pertambangan Anjlok 9,3%]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yunIW20251217171723.jpeg)
