Dalam pidato anggaran federal 2025-2026 baru-baru ini, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengusulkan penyesuaian tarif pada sel dan modul surya di bawah pos tarif 8541.
Secara khusus, tarif pada sel surya akan dikurangi dari 25% menjadi 20%, tetapi tambahan 7,5% Cukai Infrastruktur dan Pengembangan Pertanian (AIDC) dan 2,5% Surcharge Kesejahteraan Sosial (SWS) akan dikenakan. Tarif pada modul surya akan dikurangi dari 40% menjadi 20%, dengan tambahan 20% AIDC dan 4% SWS. Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendorong pengembangan lebih lanjut teknologi bersih dan industri surya di India.
Pengurangan tarif ini kemungkinan akan menurunkan biaya impor modul, memungkinkan pengembang lokal mendapatkan modul yang lebih murah dari negara seperti China. Untuk melindungi manufaktur domestik, pemerintah mewajibkan penggunaan modul yang diproduksi secara domestik untuk proyek pemerintah dan publik melalui mekanisme "Daftar Model dan Produsen yang Disetujui (ALMM)". Mulai 1 Juni 2026, mekanisme ini akan diperluas ke sektor sel surya.
Salah satu fokus utama anggaran ini adalah mempromosikan strategi "Make in India". Menteri Keuangan Sitharaman mengumumkan peluncuran Skema Promosi Manufaktur Nasional, yang akan memprioritaskan dukungan untuk manufaktur teknologi bersih. Dia menyatakan: "Skema ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah domestik dan pengembangan rantai industri di bidang seperti sel surya, baterai EV, pengendali motor, elektroliser, turbin angin, peralatan transmisi tegangan ultra-tinggi, dan baterai ESS skala jaringan."
Total alokasi untuk sektor energi terbarukan adalah 265,49 miliar rupee (sekitar $3,05 miliar), menandai peningkatan signifikan dari 191 miliar rupee pada tahun fiskal 2024-2025. Dari jumlah ini, proyek PV akan menerima 242,24 miliar rupee (sekitar $2,78 miliar). Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan 200 miliar rupee (sekitar $2,3 miliar) untuk subsidi PV atap di bawah "Skema Listrik Gratis Perdana Menteri".
Perlu dicatat, India secara bersamaan memajukan pengembangan energi nuklirnya, dengan menetapkan target mencapai kapasitas terpasang 100 GW di bawah "Program Energi Nuklir Visi 2047". Sitharaman menekankan bahwa ini memiliki kepentingan strategis bagi transisi energi nasional.

![Tingkat Operasi Rangka PV Stabil, Ekspektasi Melemah; Destocking Ingot Aluminium Meningkat, Pusat Harga Aluminium Naik [Analisis SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/chMqV20251217171743.jpg)
![[SMM PV Flash]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/xAoMy20251217171743.jpg)
![[SMM Berita PV] Proyek PV Huaneng Shaanxi Shenmu 100 MW Capai Koneksi Jaringan Kapasitas Penuh](https://imgqn.smm.cn/usercenter/HKFoG20251217171742.jpg)
