Pada 3 Februari 2025, Senat Filipina mengesahkan rancangan undang-undang yang melarang ekspor bijih mentah, bertujuan untuk mendorong pengembangan industri lokal, meningkatkan nilai tambah produk, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Rancangan undang-undang tersebut, bernomor Senate Bill No. 2826, akan berlaku lima tahun setelah secara resmi ditandatangani menjadi undang-undang. Presiden Senat Filipina Francis "Chiz" Escudero menyatakan bahwa kebijakan ini mirip dengan pendekatan Indonesia.
Menurut SMM, rancangan undang-undang ini saat ini sedang ditinjau oleh komite bikameral dan belum ditandatangani menjadi undang-undang. SMM akan terus memantau perkembangan ini.
![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Aturan Melt-and-Pour Uni Eropa Akan Membentuk Ulang Ketertelusuran Rantai Pasok Baja Tahan Karat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PuSOO20251217171732.jpeg)

