Margin Keuntungan Ekspor Menyempit, Ekspor Bersih Bertahan pada November

Telah Terbit: Jan 9, 2025 17:36
Sumber: SMM
Menurut platform statistik bea cukai, pada November 2024, impor nikel murni Tiongkok (termasuk nikel non-paduan yang belum dikerjakan dengan kandungan total nikel dan kobalt ≥99,99% dan kobalt ≤0,005%, nikel non-paduan lainnya yang belum dikerjakan, dan paduan nikel yang belum dikerjakan) mencapai 9,483 mt, turun 8% MoM dan naik 32% YoY.

Menurut platform statistik bea cukai, pada November 2024, impor nikel murni China (termasuk nikel non-paduan tanpa olahan dengan kandungan total nikel dan kobalt ≥99,99% dan kobalt ≤0,005%, nikel non-paduan tanpa olahan lainnya, dan paduan nikel tanpa olahan) mencapai 9,483 mt, turun 8% MoM dan naik 32% YoY. Impor bubuk nikel non-paduan dan bubuk serpihan (kode HS 75040010) sebesar 267,59 mt, turun 60% YoY. Untuk briket nikel, impor pada November 2024 sebesar 497 mt, dengan impor kumulatif turun 70% YoY. Berdasarkan negara, sumber utama impor nikel murni pada November 2024 adalah Rusia, Kanada, Jepang, Afrika Selatan, dan Australia.

Pada November, volume penyelesaian bea cukai tetap negatif. Ekspor bersih nikel murni berlanjut pada November. Selama bulan tersebut, baik impor maupun ekspor nikel murni meningkat MoM. Diperkirakan pada Desember, karena penyempitan margin keuntungan ekspor, ekspor akan menurun.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
6 jam yang lalu
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
Read More
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
6 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Menurut Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, produksi nikel olahan global diperkirakan meningkat moderat pada 2026 dan 2027 seiring beroperasinya kapasitas pemrosesan baru di Indonesia. Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ketersediaan bijih hulu yang semakin ketat kemungkinan akan membatasi utilisasi kapasitas. Ini menunjukkan pertumbuhan pasokan nikel Indonesia ke depan mungkin semakin bergantung pada ketersediaan bijih, bukan semata-mata kapasitas pemrosesan nominal.
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Menurut laporan Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, harga nikel diproyeksikan naik 12% secara tahunan pada 2026 dan 3% lagi pada 2027, karena pertumbuhan konsumsi global diperkirakan melampaui ekspansi pasokan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun kapasitas pemrosesan nikel baru akan terus beroperasi di Indonesia, ketersediaan bijih hulu yang lebih ketat kemungkinan akan membatasi tingkat utilisasi dan menjaga pasar tetap ketat. Laporan ini juga mencatat bahwa gangguan lebih lanjut terhadap ekspor sulfur dari produsen Timur Tengah dapat menjadi risiko kenaikan tambahan bagi harga nikel.
7 jam yang lalu