Menurut SMM, tingkat operasi produsen billet tembaga pada Desember 2024 mencapai 54,91%, naik 1,23% MoM. Secara spesifik, tingkat operasi perusahaan besar adalah 58,68%, perusahaan menengah 52,53%, dan perusahaan kecil 49,01%.
Tingkat operasi di pasar billet tembaga terus meningkat pada Desember, mengikuti kenaikan pada November. Hal ini terutama disebabkan oleh Q4 yang merupakan musim puncak tradisional untuk industri billet tembaga, dengan sebagian besar perusahaan melaporkan peningkatan pesanan dibandingkan November, meskipun pertumbuhan pesanan tidak melebihi ekspektasi pasar. Menurut analisis SMM, di satu sisi, menjelang akhir tahun, industri hilir billet tembaga secara aktif menimbun stok, terutama di produk perangkat keras dan sanitasi, di mana volume pesanan tetap relatif stabil, memberikan momentum produksi yang berkelanjutan bagi produsen billet tembaga. Di sisi lain, kekhawatiran atas potensi kenaikan tarif setelah pelantikan Trump tetap ada, mendorong beberapa perusahaan hilir untuk mempercepat ekspor pada awal Desember guna mengurangi risiko. Dilaporkan bahwa pesanan ekspor dari perusahaan hilir berkinerja baik di sektor produk sanitasi dan suku cadang otomotif, secara bersama-sama mendorong peningkatan tingkat operasi.
Dampak Libur Tahun Baru Imlek pada Tingkat Operasi Billet Tembaga: Perusahaan Menengah dan Kecil Lebih Terpengaruh Signifikan
Pada Januari 2025, tingkat operasi industri billet tembaga diperkirakan akan sangat terpengaruh oleh libur Tahun Baru Imlek. SMM memperkirakan tingkat operasi pada Januari menjadi 49,07%, turun 7,07% MoM. Menurut SMM, perusahaan billet tembaga besar berencana menghentikan operasi hanya dua hingga tiga hari sebelum Malam Tahun Baru Imlek, yang tidak akan secara signifikan memengaruhi produksi secara keseluruhan, meskipun penghentian operasi selama liburan dapat mengganggu pengiriman di sisi penjualan. Sebaliknya, perusahaan menengah dan kecil, yang memulai liburan lebih awal, diperkirakan akan mengalami penurunan tingkat operasi yang lebih nyata. Selain itu, di sisi pasokan, pemasok luar negeri memberikan lebih sedikit penawaran pada Desember karena liburan dan faktor lainnya. Ditambah dengan pedagang dan perusahaan yang menghentikan pembelian bahan asal AS, pasokan bahan baku kuningan di pasar tetap ketat, yang juga berkontribusi pada beberapa perusahaan menengah dan kecil memulai liburan lebih awal.




