Baru-baru ini, pasar telah mengalami penurunan persediaan secara terus-menerus, namun struktur tembaga SHFE tetap dalam kondisi contango dan belum beralih ke backwardation. Apa alasan di balik ini? Berikut adalah analisis rinci.
Baru-baru ini, persediaan tembaga SHFE terus menurun, terutama karena alasan berikut:
1. Pemulihan musiman dalam konsumsi: Pesanan akhir tahun di industri tembaga hilir (seperti sektor listrik dan peralatan rumah tangga) meningkat, mendorong konsumsi dan menyebabkan permintaan spot yang kuat.
2. Setelah penyelesaian kontrak jangka panjang konsentrat tembaga BM, smelter domestik diperkirakan akan menghadapi kerugian dalam peleburan pada 2025, yang mengakibatkan pasokan pasar yang umumnya ketat.
3. Pasokan tembaga bekas yang ketat telah menonjolkan efek substitusi katoda tembaga.
Jadi mengapa pasar belum beralih ke struktur backwardation? Alasan utamanya adalah sebagai berikut:
1. Jendela impor yang terbuka lebar: Fluktuasi nilai tukar RMB dan penurunan harga tembaga internasional secara signifikan meningkatkan profitabilitas tembaga impor, menyebabkan masuknya besar-besaran B/L dekat pelabuhan dan surat jaminan gudang berikat.
2. Kapasitas baru yang signifikan dari smelter domestik pada 2025 diperkirakan akan meredakan tekanan pasokan jangka panjang, melemahkan momentum kenaikan kontrak bulan dekat. Hal ini terutama terlihat karena penumpukan persediaan diperkirakan terjadi selama Tahun Baru Imlek pada Januari.
3. Sikap hati-hati di antara pedagang pasar terhadap penimbunan telah membatasi kenaikan premi spot. Hal ini membuat tekanan kontrak bulan dekat terhadap kontrak bulan jauh kurang terasa, menghambat pembentukan struktur backwardation.
Ke depan, apakah tembaga SHFE akan beralih ke struktur backwardation pada 2025 bergantung pada faktor-faktor kunci berikut:
1. Kecepatan kedatangan tembaga impor dan pertumbuhan produksi smelter domestik akan menjadi variabel penting yang memengaruhi tingkat persediaan dan struktur harga.
2. Jika konsumsi terus tumbuh melampaui ekspektasi, hal ini dapat mendorong perluasan premi spot, sehingga menggeser struktur futures ke arah backwardation.
3. Kebijakan stimulus lebih lanjut dari China dan perbaikan data ekonomi dapat meningkatkan sentimen pasar, memberikan dukungan bagi harga tembaga.
Saat ini, pasar masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencerna perubahan dalam persediaan dan pasokan, sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut dari sisi permintaan. Dalam jangka pendek, pasar tembaga SHFE kemungkinan akan tetap dalam struktur contango. Namun, dampak bahan baku pada smelter diperkirakan akan meningkat pada 2025, menjadikan struktur pasca-liburan sangat layak untuk dipantau.



