Pembaruan tentang kemungkinan perubahan royalti pada bijih nikel dan kemajuan persetujuan RKAB

Telah Terbit: Nov 20, 2024 10:36
Sumber: SMM
Sorotan Konferensi APNI 2024: Indonesia Meninjau Pembaruan PNBP dan RKAB untuk Penambangan Nikel
SMM melaporkan pada 20 November bahwa pada konferensi Training to Miners APNI 2024 di bulan November, pembaruan terbaru tentang kemajuan persetujuan PNBP dan RKAB, yang terkait erat dengan operasi dan transaksi saat ini dari penambang bijih nikel, dibahas. Indonesia telah mengusulkan penyesuaian potensial terhadap interpretasi pendapatan negara bukan pajak (PNBP Royalti) untuk bijih nikel laterit. Saat ini, penambang nikel perlu mendeklarasikan jumlah transaksi dan kadar bijih nikel laterit perdagangan domestik Indonesia berdasarkan harga FOB aktual di tambang, dan kemudian membayar biaya sumber daya sebesar 10%, yang oleh beberapa tambang juga disebut sebagai royalti. Untuk mendukung industri bahan baterai energi baru, royalti sebesar 2% mungkin akan dikenakan pada bijih nikel dengan kadar di bawah 1,5% di masa depan. Penyesuaian ini mencerminkan arah kebijakan baru yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri energi baru. Mengenai kemajuan saat ini dari kuota persetujuan RKAB Indonesia, 396 aplikasi telah diajukan, 193 telah disetujui untuk produksi, 74 telah disetujui tetapi memiliki produksi nol, dan 53 masih dalam evaluasi. Selama tiga tahun ke depan, volume kuota yang disetujui adalah 271,887 juta wmt untuk 2024, 246,662 juta wmt untuk 2025, dan 198,539 juta wmt untuk 2026.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
14 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
15 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
15 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
16 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 3 September: Meskipun harga nikel mengalami rebound, pasar NPI kadar tinggi sulit untuk membalikkan fundamentalnya yang lemah, dan pasar kekurangan likuiditas. Pabrik baja terus mempertahankan tingkat harga yang dapat diterima di kisaran rendah, dan selisih harga yang signifikan masih terjadi antara penawaran hulu dan tingkat harga psikologis pabrik baja. Premi untuk kargo unit nikel tinggi telah menyempit secara signifikan, dan sebagian besar lembaga masih memiliki pandangan bearish terhadap pasar forward.
16 jam yang lalu