[SMM News Flash] SMM melaporkan pada 12 November bahwa dewan direksi Walsin telah memutuskan untuk meningkatkan modal anak perusahaannya di Singapura, Walsin Singapore Pte. Ltd. (WLS), sebesar sekitar USD 9,15 juta untuk PT. Walsin Everising Specialty Steel Indonesia (Walsin Everising) guna merencanakan dan membangun pabrik batang kawat baja tahan karat di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing biaya dan memanfaatkan sinergi nilai merek perusahaan. Peningkatan modal ini akan menaikkan kepemilikan saham menjadi 51%, dengan total investasi kumulatif sekitar USD 15,3 juta.
WLS dan Mimosa International Limited telah bersama-sama mendirikan Walsin Everising di Kawasan Industri Morowali di Indonesia untuk membangun pabrik batang kawat baja tahan karat, memproduksi batang kawat dasar baja tahan karat seri 300 dengan perkiraan produksi tahunan sebesar 300,000 mt. Pasar target masa depan adalah Asia Tenggara dan Asia Selatan, dengan pabrik diharapkan selesai pada Q2 2026 dan secara resmi memulai produksi massal pada H1 2027.
Pada akhir 2019, Walsin Lihwa mendirikan Walsin Nickel Industry Indonesia di Kawasan Industri Morowali untuk mengembangkan bahan baku hulu NPI untuk baja tahan karat, memastikan pasokan bahan baku hulu yang stabil untuk baja tahan karat. Sekarang, dengan memperluas bisnisnya melalui kerja sama investasi yang direncanakan, Walsin bertujuan untuk mengkonsolidasikan posisinya yang terdepan di pasar baja tahan karat global.
![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Aturan Melt-and-Pour Uni Eropa Akan Membentuk Ulang Ketertelusuran Rantai Pasok Baja Tahan Karat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PuSOO20251217171732.jpeg)

