[SMM Kilasan Pasar Nikel] DKFT akan mengajukan revisi RKAB Juli untuk kuota bijih lebih banyak, pertahankan target pertumbuhan laba 9,5%
PT Central Omega Resources (DKFT), penambang nikel Indonesia, memberitahu IDX bahwa pihaknya akan mengajukan revisi RKAB pada Juli untuk memperoleh tambahan kuota bijih nikel, setelah alokasi awal 2026 dipangkas sekitar 35%. Perseroan masih menargetkan pertumbuhan laba bersih 9,5% menjadi Rp629 miliar pada 2026, serta memangkas target penjualan bijih menjadi 1,9 juta ton dari realisasi 3,02 juta ton pada 2025, sambil mengoptimalkan produksi menuju 4 juta ton. Pada kuartal I 2026, produksi bijih turun sekitar 44% YoY dan penjualan sekitar 19%, tetapi pendapatan naik sekitar 20% menjadi Rp506 miliar dan laba bersih melonjak 72,9% menjadi Rp238 miliar—kenaikan harga dan margin mengimbangi pemangkasan volume akibat RKAB. Hasil RKAB Juli menjadi faktor penentu target setahun penuh.