Indonesian Battery Corporation (IBC) telah bersama-sama mendirikan usaha patungan dengan CBL International Development, anak perusahaan dari produsen baterai Tiongkok Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL), untuk membangun fasilitas produksi baterai di Indonesia. Niat kolaborasi ini pertama kali diumumkan ketika kedua belah pihak mengumumkan kemitraan mereka.
Menurut IBC, investasi di pabrik tersebut diperkirakan mencapai USD 1,18 miliar, dengan kapasitas produksi 15 gigawatt-jam (GWh), bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Selain itu, proyek ini dijadwalkan mulai produksi pada tahun 2027.
IBC, sebuah konsorsium milik negara yang didirikan untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasokan baterai dan kendaraan listrik global, menggabungkan berbagai perusahaan milik negara dari sektor energi, pertambangan, dan kimia. Konsorsium ini berdedikasi untuk memanfaatkan sumber daya nikel yang melimpah di Indonesia guna memposisikan negara ini sebagai pemain signifikan dalam industri baterai global.
![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Aturan Melt-and-Pour Uni Eropa Akan Membentuk Ulang Ketertelusuran Rantai Pasok Baja Tahan Karat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PuSOO20251217171732.jpeg)

