Hengdian East Magnetics' Southeast Asian Project Nears Completion, While European Sales of Energy Storage Products Commence with Limited Volumes

Telah Terbit: Jul 18, 2024 09:42
Hengdian East Magnetics: Southeast Asian Project Is Expected to Be Completed and Put into Operation Soon, Energy Storage Products Have Been Sold in European Markets" Hengdian East Magnetics announced on an interactive platform that the Southeast Asian project is expected to be completed and put into operation soon. The other two projects are also progressing steadily, and it is expected that partial investment will be completed in the second half of the year. In addition, energy storage products have been sold in European markets, but the sales volume is still small.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilas] Keketatan pasokan akibat situasi Hormuz terus meningkat, mendorong harga belerang naik.
2 jam yang lalu
[SMM Kilas] Keketatan pasokan akibat situasi Hormuz terus meningkat, mendorong harga belerang naik.
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas] Keketatan pasokan akibat situasi Hormuz terus meningkat, mendorong harga belerang naik.
[SMM Kilas] Keketatan pasokan akibat situasi Hormuz terus meningkat, mendorong harga belerang naik.
Per 10 Juni, sumber pasar mengindikasikan bahwa harga transaksi spot sulfur Tiongkok menembus 10.000 yuan/mt pada hari itu. Kisaran kuotasi SMM EXW Sulfur Shandong adalah 9.307-10.000 yuan/mt, sementara kisaran kuotasi SMM CIF Sulfur Indonesia adalah $1.250-1.300/mt, dengan pusat harga terus bergerak naik. Ketatnya pasokan tidak berubah, dan harga jangka pendek masih menghadapi tekanan naik.
2 jam yang lalu
NEV China Mulai Berdiet
2 jam yang lalu
NEV China Mulai Berdiet
Baca Selengkapnya
NEV China Mulai Berdiet
NEV China Mulai Berdiet
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, bobot kosong rata-rata mobil penumpang di Tiongkok mencapai 1.704 kg, hampir 400 kg lebih berat daripada tahun 2012. Selain itu, sekitar tahun 2000, NEV rumah tangga yang umum di pasaran sebagian besar memiliki lebar sekitar 1,7 meter. Pada tahun 2015, lebarnya meningkat menjadi 1,8 meter. Pekan ini, kendaraan rumah tangga yang sering kali berbobot mendekati 2 ton memicu diskusi karena ukuran dan bobotnya yang semakin besar. Insinyur produsen mobil menyatakan bahwa untuk setiap penambahan lebar bodi mobil NEV sebesar 10 mm, sekitar 0,8 kWh listrik tambahan dapat dimasukkan. Namun, para ahli mengatakan bahwa kendaraan yang semakin "gemuk" bukan semata-mata karena alasan ini. Para ahli menjelaskan: Sebagian produsen mobil menggunakan jarak tempuh sebagai nilai jual, mengklaim bahwa mobil mereka dapat menempuh 800 atau 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya. Faktanya, di balik ini adalah kebutuhan untuk memasang paket baterai besar di dalam kendaraan, yang bisa berbobot 700 hingga 800 kg. Pada 1 Januari tahun ini, standar nasional wajib untuk kendaraan listrik (EV) secara resmi diterapkan. Untuk setiap model mobil baru yang gagal memenuhi standar konsumsi energi, MIIT tidak akan memberikan registrasi; kendaraan tidak dapat diproduksi, dijual, atau diberi izin, yang mengarahkan produsen mobil untuk mengekang tren "obesitas" yang meningkat pada EV. Di masa depan, NEV diharapkan dapat kembali ke dimensi standar.
2 jam yang lalu
Yongtai Technology: Anak Perusahaan Menandatangani Perjanjian Kerjasama Elektrolit dengan CATL
3 jam yang lalu
Yongtai Technology: Anak Perusahaan Menandatangani Perjanjian Kerjasama Elektrolit dengan CATL
Baca Selengkapnya
Yongtai Technology: Anak Perusahaan Menandatangani Perjanjian Kerjasama Elektrolit dengan CATL
Yongtai Technology: Anak Perusahaan Menandatangani Perjanjian Kerjasama Elektrolit dengan CATL
Yongtai Technology mengumumkan bahwa anak perusahaan yang sepenuhnya dimilikinya, Yongtai New Energy, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Elektrolit dengan CATL, yang menetapkan bahwa dari tahun 2026 hingga 2028, CATL diperkirakan akan membeli total 470.000 metrik ton elektrolit dari Yongtai New Energy (termasuk rentang fluktuasi), tergantung pada pesanan spesifik. Perjanjian ini berlaku hingga 31 Desember 2028, dan diperkirakan akan berdampak positif pada hasil operasi perusahaan dari tahun 2026 hingga 2028.
3 jam yang lalu
Hengdian East Magnetics: Southeast Asian Project Is Expected to Be Com - Shanghai Metals Market (SMM)