[SMM Analysis] 2024 Indonesia Nickel and Cobalt Mining Conference Tracking - Strategic Significance of Critical Minerals and Subsequent Developments by the Indonesian Government

Telah Terbit: Jun 26, 2024 16:28
Sumber: SMM
According to on-site reports from the 2024 Indonesia Nickel and Cobalt Mining Conference, many countries are beginning to strengthen their efforts in energy transition and economic resilience due to the worsening impact of climate change.

According to on-site reports from the 2024 Indonesia Nickel and Cobalt Mining Conference, many countries are beginning to strengthen their efforts in energy transition and economic resilience due to the worsening impact of climate change.

With increasing demand, these mineral producers, primarily developing countries, are encountering a paradox where resource-rich countries fail to optimize their natural wealth. This situation becomes a key challenge for them: how can developing countries avoid the paradox and instead reallocate their economic frameworks to ensure fair, sustainable, and inclusive economic growth? As a middle-income country and the third-largest democracy, Indonesia is unique among developing countries.

In the coming decades, mineral demand will be related to energy transition, population growth, and middle-class economic growth. Indonesia believes that from 2020 to 2050, the global population will grow to 9.6 billion, and the increase in other renewable energy, including solar and hydrogen, is expected to be more than 1.6 times the 2020 level. The renewable resource capacity for net-zero transition is expected to increase from 0.3 TW2 in 2020 to 1.7 TW2 in 2025.

In this context, from 2010 to 2030, the demand for nickel resources is expected to maintain an overall growth rate of 6%, while the demand for cobalt resources is expected to slow from a growth rate of 9% to 6%. The demand for copper and aluminum resources is expected to maintain stable growth with a CAGR of 5%.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
14 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
15 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
15 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
16 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 3 September: Meskipun harga nikel mengalami rebound, pasar NPI kadar tinggi sulit untuk membalikkan fundamentalnya yang lemah, dan pasar kekurangan likuiditas. Pabrik baja terus mempertahankan tingkat harga yang dapat diterima di kisaran rendah, dan selisih harga yang signifikan masih terjadi antara penawaran hulu dan tingkat harga psikologis pabrik baja. Premi untuk kargo unit nikel tinggi telah menyempit secara signifikan, dan sebagian besar lembaga masih memiliki pandangan bearish terhadap pasar forward.
16 jam yang lalu