SHFE nickel prices rebounded, but fundamentals remain bearish

Telah Terbit: Dec 4, 2023 11:08
Sumber: SMM
Nickel prices hit bottom and rebounded last week, with a peak daily increase of about 5.2%. By last Friday's close, SHFE nickel prices fell back to 129,380 yuan/mt.

Nickel prices hit bottom and rebounded last week, with a peak daily increase of about 5.2%. By last Friday's close, SHFE nickel prices fell back to 129,380 yuan/mt. On the macro front, the US Labor Department announced on the evening of November 30 that the initial jobless claims for the week ending November 25 were 218,000, compared to the previous value of 209,000, and market expectations of 220,000. Another key data was the US initial jobless claims in the week ending November 18, which were 1.927 million, expected at 1.872 million, and the previous value was 1.84 million. It is worth noting that the initial jobless claims for the week ending November 25 include the Thanksgiving holiday, and there is typically significant volatility in the numbers around holidays. All these data reflect a cooling of the US labor market, leading to increased market expectations for a subsequent interest rate cut by the Federal Reserve. This had a positive impact on commodities in general, but pure nickel was not significantly affected by macro sentiment due to fundamental drag. From a fundamental perspective, according to SMM research, some small electrowinning nickel enterprises reduced output in November. It is anticipated that certain enterprises will resume normal production in December. This has no significant impact on the overall oversupply situation. Additionally, due to the continuous decline in nickel sulphate price and the rebound in SHFE nickel, the premium of nickel sulphate over nickel briquette narrowed to around 1,000 yuan/mt. The production of nickel sulphate from nickel briquette is once again unprofitable. Looking at the downstream demand, alloy orders remained relatively stable overall, with a slight reduction in civilian orders compared to the previous month, leading to a minor decline in pure nickel demand. In summary, the current macro situation continues to improve, but the fundamental pressure on SHFE nickel hinders upward momentum, and there is still downward potential.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
54 menit yang lalu
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
Baca Selengkapnya
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
[9.3 Catatan Rapat Pagi] The Fed AS kembali mendapat suara hawkish, dengan probabilitas kenaikan suku bunga September naik menjadi 66,9%. Gubernur Barr mengatakan ia akan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi gagal mereda lebih lanjut. Dikombinasikan dengan sinyal hawkish Warsh sebelumnya, pasar kini fokus pada CPI Agustus yang akan dirilis pada 11 September—data paling kritis sebelum pertemuan FOMC 15-16 September. Barclays kini memperkirakan The Fed AS akan menaikkan suku bunga masing-masing sekali pada September dan Desember. Kontrak nikel SHFE 2610 yang paling banyak diperdagangkan melemah pada perdagangan awal, menutup sesi pagi di 126.690 yuan/mt, turun 0,84%. Meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed September menjadi 66,9%, aksi jual obligasi global, dan dolar AS yang lebih kuat menciptakan berbagai hambatan. Tingginya persediaan nikel dan permintaan yang lemah tetap tidak berubah. Dalam jangka pendek, kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 125.000-131.000 yuan/mt.
54 menit yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
17 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
17 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
18 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
18 jam yang lalu