SMM daily comment on domestic iron ore market (Aug 16)

Telah Terbit: Aug 17, 2023 15:06
Sumber: SMM
The most-traded DCE 2401 iron ore contract swung at high, and closed up 0.82% at 738.5 yuan/mt yesterday.

SHANGHAI, Aug 17 (SMM) –

The most-traded DCE 2401 iron ore contract swung at high, and closed up 0.82% at 738.5 yuan/mt yesterday. Selling appetites from iron ore traders picked up, while steel mills purchased ores on a need-to basis. The overall market trading was passable. Yesterday, there was another news about steel mills' crude steel output limit, unveiling details about the specific production reduction and production reduction time of steel mills, but according to SMM research, no clear notice was received yet. Acceptable profits of steel mills and high pig iron output boosted iron ore prices. In the case of uncertain news about the crude steel production limit, market sentiment was greatly affected by the macro news. Iron ore market may stay range-bound on the near-term horizon.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
National Building Materials Inventory Overview on September 3
4 menit yang lalu
National Building Materials Inventory Overview on September 3
Baca Selengkapnya
National Building Materials Inventory Overview on September 3
National Building Materials Inventory Overview on September 3
On September 3, total rebar inventory this week was 6.4776 million mt, down 94,900 mt WoW, down 1.44% WoW, and up 17.55% YoY on a lunar calendar basis. Total wire rod inventory this week was 1.4483 million mt, down 40,200 mt WoW, down 2.70% WoW, and up 12.85% YoY on a lunar calendar basis.
4 menit yang lalu
[Afrika Selatan Usulkan Bea Antidumping Sementara hingga 28,11% untuk Baja Lapis Warna Asal Tiongkok]
37 menit yang lalu
[Afrika Selatan Usulkan Bea Antidumping Sementara hingga 28,11% untuk Baja Lapis Warna Asal Tiongkok]
Baca Selengkapnya
[Afrika Selatan Usulkan Bea Antidumping Sementara hingga 28,11% untuk Baja Lapis Warna Asal Tiongkok]
[Afrika Selatan Usulkan Bea Antidumping Sementara hingga 28,11% untuk Baja Lapis Warna Asal Tiongkok]
ITAC telah mengeluarkan putusan awal afirmatif yang mengusulkan bea masuk antidumping sementara atas impor baja lapis warna asal Tiongkok, berkisar antara 8,83% hingga 28,11% untuk periode enam bulan. Bea individual meliputi 8,83% untuk Zhejiang Huapu Eco-Friendly Materials dan 18,70% untuk Hefei HBIS/Suzhou HBIS, sementara eksportir kooperatif lainnya dikenakan tarif rata-rata tertimbang sebesar 13,79%; produsen non-kooperatif dikenakan tarif tertinggi sebesar 28,11%. Penyelidikan yang diluncurkan pada Desember 2025 menyusul petisi dari ArcelorMittal South Africa dan Safal Steel ini menemukan bahwa impor asal Tiongkok melonjak 51,3% menjadi 77.457 metrik ton pada 2025, mencakup 84,23% dari total impor.
37 menit yang lalu
[Suriah Mencapai Kesepakatan dengan Arab Saudi untuk Menghidupkan Kembali Pabrik Baja Hama]
38 menit yang lalu
[Suriah Mencapai Kesepakatan dengan Arab Saudi untuk Menghidupkan Kembali Pabrik Baja Hama]
Baca Selengkapnya
[Suriah Mencapai Kesepakatan dengan Arab Saudi untuk Menghidupkan Kembali Pabrik Baja Hama]
[Suriah Mencapai Kesepakatan dengan Arab Saudi untuk Menghidupkan Kembali Pabrik Baja Hama]
Kementerian Ekonomi dan Industri Suriah telah menandatangani perjanjian strategis selama 30 tahun dengan Ithraa Holding Group yang berbasis di Arab Saudi untuk merehabilitasi, memodernisasi, dan mengoperasikan Perusahaan Umum Produk Besi dan Baja di Hama. Ditandatangani pada 28 Agustus selama Pameran Internasional Damaskus, rencana tersebut mengalokasikan lima tahun pertama untuk rehabilitasi dan modernisasi, diikuti periode operasional 25 tahun, dengan target produksi setidaknya 350.000 ton per tahun dalam waktu empat tahun. Kesepakatan ini menandai langkah menuju pemulihan infrastruktur industri Suriah yang menganggur dan mengurangi ketergantungannya pada impor baja, sekaligus menandakan hubungan ekonomi yang semakin dalam antara Suriah dan Arab Saudi.
38 menit yang lalu