Chilean Tax Hike Will Deter Copper and Lithium Mine Investment, Push Japanese Mining Companies to Other 24 Countries

Telah Terbit: Jun 09, 2023 14:24 (GMT+8)
Japanese mining companies say high taxes in Chile may deter them from investing in new mines in the world's largest copper producing country even as this won't prompt them to abandon existing projects, an industry association executive said on June 5.

Japanese mining companies say high taxes in Chile may deter them from investing in new mines in the world's largest copper producing country even as this won't prompt them to abandon existing projects, an industry association executive said on June 5.

Rising nationalism in the resource-rich country is creating challenges for miners seeking the minerals needed for the energy transition even as they face rising costs, tougher environmental regulations and pressure from investors to decarbonise.

Chilean lawmakers finally approved a long-awaited mining tax overhaul in May, raising taxes and royalties that big copper and lithium producers must pay the government.

"The tax increase will not lead to the exit of existing mines, but it may have an impact on new development projects," Akira Nozaki, president of the Japan Mining Industry Association, said in an interview.

“Obviously, profitability is going to fall because of higher taxes, making it increasingly difficult to develop new mines,” he said.

In recent years, two major Japanese mining companies have decided to reduce their exposure to key copper projects in Chile, with JX Nippon Mining & Metals planning to sell a majority stake in the Caserones project. Sumitomo Metal Mining Co. sold its stake in the Sierra Gorda mine last year.

Nozaki, president of Sumitomo Metal Mining, said Japanese miners could use experience from previous projects to make major new investments in copper projects.

In April, the G7 pledged $13 billion in financial support to strengthen supply chains for critical minerals. Japan has secured a supplementary budget of more than 200 billion yen ($1.4 billion) for critical minerals.

Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) said last month that it had selected 24 countries based on their potential to provide resources and fuel to Japan, and would analyse the characteristics and conditions of each resource-rich country and study diplomatic approaches.

For minerals, the analysis will focus on copper, lithium, nickel, cobalt and rare earths that are critical to decarbonization, the agency added.


More popular news:


Commodity Price Bubble Finally Burst, but Metals Demand Will Surge

Glencore to Massively Expand Copper Capacity

SMM Daily Comments (Jun 2): All Metals Closed Higher with SHFE Nickel Leading Gains, Coke Surged

SMM Daily Comments (Jun 1): Base Metals Mostly Rose with SHFE Aluminium Surging, Ferrous Metals Rose across the board, Iron Ore Skyrocketed

SMM Daily Comments (Jun 5): Base Metals Mostly Fell, Ferrous Metals Bucked the Trend to Surge, Oil Gained Further on Saudi Arabia Output Cuts in July

SMM Indonesia Nickel and Cobalt Industry Chain Conference: Global Nickel & Cobalt Supply and Demand Prospect, Impact from NEV Development

Commerzbank Lowers Price Forecast for Copper, Aluminium, Zinc and Nickel for 2023 and 2024

Rumours Say Glencore Will Raise Takeover Bid for Teck Resources, but Another Big Obstacle Lies Ahead

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Ekspor Pertambangan Argentina Capai Rekor USD 4,74 Miliar pada Semester I 2026, Litium Menyumbang Hampir Seperempat
8 menit yang lalu
Ekspor Pertambangan Argentina Capai Rekor USD 4,74 Miliar pada Semester I 2026, Litium Menyumbang Hampir Seperempat
Baca Selengkapnya
Ekspor Pertambangan Argentina Capai Rekor USD 4,74 Miliar pada Semester I 2026, Litium Menyumbang Hampir Seperempat
Ekspor Pertambangan Argentina Capai Rekor USD 4,74 Miliar pada Semester I 2026, Litium Menyumbang Hampir Seperempat
【Ekspor Pertambangan Argentina Cetak Rekor USD 4,74 Miliar pada Semester I 2026, Litium Menyumbang Hampir Seperempat】Ekspor pertambangan Argentina mencapai rekor USD 4,742 miliar pada paruh pertama 2026, naik hampir 75% secara tahunan dan menyumbang sekitar 10% dari total ekspor negara tersebut. Emas menyumbang 61% dari ekspor pertambangan, sementara litium mewakili hampir seperempat, menjadikannya ekspor mineral terbesar kedua. Volume ekspor litium Argentina meningkat sekitar 68% secara tahunan pada Semester I 2026. Negara ini saat ini memiliki tujuh proyek litium yang beroperasi dan lima dalam tahap konstruksi, dengan dua proyek tambahan pada tahap studi kelayakan.
8 menit yang lalu
Huayou Cobalt Menerbitkan Obligasi Inovasi Sains-Teknologi Hijau senilai RMB 1 Miliar untuk Daur Ulang Baterai dan Pengadaan Garam Litium
12 menit yang lalu
Huayou Cobalt Menerbitkan Obligasi Inovasi Sains-Teknologi Hijau senilai RMB 1 Miliar untuk Daur Ulang Baterai dan Pengadaan Garam Litium
Baca Selengkapnya
Huayou Cobalt Menerbitkan Obligasi Inovasi Sains-Teknologi Hijau senilai RMB 1 Miliar untuk Daur Ulang Baterai dan Pengadaan Garam Litium
Huayou Cobalt Menerbitkan Obligasi Inovasi Sains-Teknologi Hijau senilai RMB 1 Miliar untuk Daur Ulang Baterai dan Pengadaan Garam Litium
【Huayou Cobalt Terbitkan Obligasi Inovasi Teknologi Hijau RMB 1 Miliar untuk Daur Ulang Baterai dan Pengadaan Garam Litium】Huayou Cobalt mengumumkan telah menyelesaikan penerbitan obligasi inovasi teknologi hijau ke-11 untuk tahun 2026, “26 Huayou Cobalt GN011,” dengan nilai penerbitan RMB 1 miliar, jatuh tempo dua tahun, dan tingkat kupon 2,20%. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mengganti pengeluaran anak perusahaan dalam tiga bulan sebelumnya untuk daur ulang baterai daya bekas dan material hasil pembongkarannya, serta pembelian bahan baku untuk produksi garam litium tingkat baterai.
12 menit yang lalu
【SMM Kilat】Tengyuan Cobalt Berencana Mengalihkan Dana IPO Sebesar RMB 949 Juta ke Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Lufupa di DRC
30 menit yang lalu
【SMM Kilat】Tengyuan Cobalt Berencana Mengalihkan Dana IPO Sebesar RMB 949 Juta ke Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Lufupa di DRC
Baca Selengkapnya
【SMM Kilat】Tengyuan Cobalt Berencana Mengalihkan Dana IPO Sebesar RMB 949 Juta ke Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Lufupa di DRC
【SMM Kilat】Tengyuan Cobalt Berencana Mengalihkan Dana IPO Sebesar RMB 949 Juta ke Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Lufupa di DRC
【Tengyuan Cobalt Berencana Mengalihkan RMB 949 Juta Dana IPO ke Proyek PLTA Lufupa di DRC】Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pertama Tengyuan Cobalt tahun 2026 menyetujui proposal untuk mengubah sebagian proyek yang didanai IPO. Perusahaan berencana mengurangi kapasitas terencana proyek prekursor terner dari 80.000 mt/tahun menjadi 20.000 mt/tahun, sehingga melepaskan dana sebesar RMB 948,75 juta, setara dengan 18,23% dari hasil IPO bersih. Dana tersebut akan dialihkan ke proyek PLTA Lufupa di Republik Demokratik Kongo, yang akan dilaksanakan oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki.
30 menit yang lalu