Primary Lead Output Fell as Expected amid Intensive Maintenance

Telah Terbit: May 9, 2023 14:58
Sumber: SMM
China produced 315,400 mt of primary lead in March, down 2.43% on the month but up 16.17% on the year. Total output in January-April surged 15.5% from the same period last year. Production capacities of enterprises involved in the SMM survey totalled 5.84 million mt in 2023.

SHANGHAI, May 9 (SMM) - China produced 315,400 mt of primary lead in March, down 2.43% on the month but up 16.17% on the year. Total output in January-April surged 15.5% from the same period last year. Production capacities of enterprises involved in the SMM survey totalled 5.84 million mt in 2023.

According to research, the primary lead output in April fell as expected amid the intensive maintenance of lead smelters in Henan, Yunnan, Hunan, and Shandong. The long-lasting overhaul period and the maintenance of large enterprises led to a significant output cut. Therefore, even with the ramping-up of new capacity of smelters in Henan and the resumption of small and medium-sized smelters in Hunan and Yunnan, primary lead output still declined in April.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Bunker Hill Memajukan Restart Tambang Timbal-Seng, Menargetkan Produksi Komersial pada Akhir 2026
7 jam yang lalu
Bunker Hill Memajukan Restart Tambang Timbal-Seng, Menargetkan Produksi Komersial pada Akhir 2026
Baca Selengkapnya
Bunker Hill Memajukan Restart Tambang Timbal-Seng, Menargetkan Produksi Komersial pada Akhir 2026
Bunker Hill Memajukan Restart Tambang Timbal-Seng, Menargetkan Produksi Komersial pada Akhir 2026
Bunker Hill Mining mengumumkan pada 1 September bahwa tambang timbal-seng Bunker Hill di Idaho, AS, memproduksi konsentrat timbal dan seng pertamanya pada akhir Juni 2026. Operasi saat ini sedang ditingkatkan, dengan optimasi berkelanjutan pada operasi penambangan bawah tanah dan pemrosesan. Pabrik pemrosesan memiliki kapasitas desain 1.800 ton per hari, dengan rencana produksi gabungan tahunan sekitar 85.000 ton konsentrat seng dan konsentrat timbal mengandung perak. Perusahaan berencana menambah modal kerja melalui pembiayaan siaga dan perjanjian pembayaran di muka konsentrat, dengan target produksi komersial penuh pada akhir 2026. SMM memperkirakan produksi tambang pada 2026 sekitar 25.000 ton seng dalam konsentrat dan 10.000–15.000 ton timbal dalam konsentrat, keduanya berdasarkan kandungan logam. Sementara itu, pengeboran bawah tanah terbaru di zona mineralisasi Cate-8 menghasilkan kadar sampel maksimum 41,1% timbal dan 7,41% seng. Perusahaan sedang menilai kelayakan untuk memasukkan zona tersebut ke dalam rencana tambang jangka pendeknya. Seiring peningkatan produksi, tambang ini diharapkan memberikan pasokan timbal dan seng tambahan bagi Amerika Utara.
7 jam yang lalu
SHFE timbal turun tipis 0,03% dengan bayangan atas panjang, konsolidasi di level tinggi tetap utuh [Komentar Singkat Futures Timbal]
11 jam yang lalu
SHFE timbal turun tipis 0,03% dengan bayangan atas panjang, konsolidasi di level tinggi tetap utuh [Komentar Singkat Futures Timbal]
Baca Selengkapnya
SHFE timbal turun tipis 0,03% dengan bayangan atas panjang, konsolidasi di level tinggi tetap utuh [Komentar Singkat Futures Timbal]
SHFE timbal turun tipis 0,03% dengan bayangan atas panjang, konsolidasi di level tinggi tetap utuh [Komentar Singkat Futures Timbal]
11 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
13 jam yang lalu