Indonesia Cuts Tax Incentives To Curb Investment In Low-Quality Nickel

Telah Terbit: May 4, 2023 13:55
An Indonesian cabinet minister said on Wednesday that Indonesia has cut tax incentives to limit investment in low-quality nickel products.

An Indonesian cabinet minister said on Wednesday that Indonesia has cut tax incentives to limit investment in low-quality nickel products. The country aims to extract as much value as possible from its rich nickel reserves and drive further downstream investment.

The government plans to invest about $95 billion this year and will continue to focus on processing natural resources, but hopes to save nickel reserves for higher-value products such as the material used to make electric car batteries. Indonesia has the world's largest nickel reserves.

Indonesia has seen a surge in investment in smelters since nickel ore exports were banned in 2020, but most output is ferronickel or nickel pig iron (NPI), a product used in stainless steel that typically contains only 30% to 40% of nickel.

Investments Minister Bahlil Lahadalia said the government will no longer provide tax holidays for NPI investments.

 “NPI investments can break even in four to five years, why are we giving a 10-year tax holiday? It's not fair," he added.

He declined to comment on Indonesia's ongoing talks with companies including US automaker Tesla and China's BYD Group to encourage investment.

Meanwhile, the global nickel market is facing a massive oversupply this year due to a surge in Indonesian output. The International Nickel Study Group (INSG) expects a surplus of 239,000 mt, the highest in at least a decade.

Companies such as Trimegah Bangun Persada (TBP) and Merdeka Battery Materials are adding capacity.

TBP's subsidiary currently has a ferronickel smelter with an annual output of 305,000 mt, and plans to add another 12 production lines. Merdeka currently has 38,000 mt of NPI capacity and a third smelter with a capacity of 50,000 mt is expected to start operating in the second half of this year.

The government will require future smelters to be powered by renewable energy, but details are still being finalized, Bahlil said.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
13 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
15 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
15 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
16 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 3 September: Meskipun harga nikel mengalami rebound, pasar NPI kadar tinggi sulit untuk membalikkan fundamentalnya yang lemah, dan pasar kekurangan likuiditas. Pabrik baja terus mempertahankan tingkat harga yang dapat diterima di kisaran rendah, dan selisih harga yang signifikan masih terjadi antara penawaran hulu dan tingkat harga psikologis pabrik baja. Premi untuk kargo unit nikel tinggi telah menyempit secara signifikan, dan sebagian besar lembaga masih memiliki pandangan bearish terhadap pasar forward.
16 jam yang lalu