Iron Ore Futures and Spot Prices both Grow on Feb 21

Telah Terbit: Feb 22, 2023 10:03
Sumber: SMM
Iron ore futures fluctuated at high levels yesterday, and the most-traded I2305 contract closed at 919 yuan/mt up 3.43%.

SHANGHAI, Feb 22 (SMM) - Iron ore futures fluctuated at high levels yesterday, and the most-traded I2305 contract closed at 919 yuan/mt up 3.43%. The overall transactions were acceptable. Steel mills purchased on rigid demand, pushing up the spot trading. Traded price of PB fines in Shandong moved between 913-915 yuan/mt, up 8-20 yuan/mt from the previous trading day, and that of PB fines in Tangshan was 925-927 yuan/mt, up 18-22 yuan/mt.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Analysis] EAF Operating Rate Rises 1.43% This Period
2 menit yang lalu
[SMM Analysis] EAF Operating Rate Rises 1.43% This Period
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] EAF Operating Rate Rises 1.43% This Period
[SMM Analysis] EAF Operating Rate Rises 1.43% This Period
As of September 1, the operating rate of 50 EAF steel mills mainly producing construction steel across China stood at 33.90%, up 1.43% WoW; capacity utilization rate was 33.79%, up 0.82% WoW; daily average production of construction steel was 75,200 mt, up 1,800 mt WoW.
2 menit yang lalu
[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Menguat karena Permintaan Meningkat
16 menit yang lalu
[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Menguat karena Permintaan Meningkat
Baca Selengkapnya
[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Menguat karena Permintaan Meningkat
[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Menguat karena Permintaan Meningkat
[India Domestik] Pasar baja domestik India menunjukkan tren kenaikan dengan harga baja jadi dan baja setengah jadi yang bergerak naik. Kenaikan ini terutama didukung oleh permintaan yang lebih kuat untuk produk baja setengah jadi dan baja jadi. Pasokan yang ketat dan kondisi cuaca yang membaik menjadi alasan peningkatan aktivitas. Harga besi spons PDRI naik sebesar 1,05 USD/ton (100 INR/ton) menjadi USD/ton (29.800 INR/ton) EXW Bellary. Rebar Raipur naik sebesar 4,23 USD/ton (400 INR/ton) menjadi 476,51 USD/ton (45.000 INR/ton) EXW Raipur. Rebar naik sebesar 1,05 USD/ton (100 INR/ton) menjadi 529,77 USD/ton (50.000 INR/ton) EXW Mumbai. Billet Durgapur naik sebesar 1,05 USD/ton (100 INR/ton) menjadi 455,33 USD/ton (43.000 INR/ton) delivered Durgapur. Billet Raipur naik sebesar 4,23 USD/ton (400 INR/ton) menjadi 449 USD/ton (42.400 INR/ton) EXW Raipur. Ingot naik sebesar 2,11 USD/ton (200 INR/ton) menjadi 492,46 USD/ton (46.500 INR/ton) EXW Mandi. Di Mandi Gobindgarh, HMS 1&2 (80:20) naik sebesar 3,17 USD/ton (300 INR/ton) menjadi 401,32 USD/ton (37.900 INR/ton) delivered Mandi.
16 menit yang lalu
[SMM Baja] Harga Slab Indonesia Stabil, Pasar Menanti Sinyal Berikutnya
31 menit yang lalu
[SMM Baja] Harga Slab Indonesia Stabil, Pasar Menanti Sinyal Berikutnya
Baca Selengkapnya
[SMM Baja] Harga Slab Indonesia Stabil, Pasar Menanti Sinyal Berikutnya
[SMM Baja] Harga Slab Indonesia Stabil, Pasar Menanti Sinyal Berikutnya
[Indonesia] Setelah sepekan pergerakan harga slab di pasar, harga kini bertahan stabil di 480 USD/ton FOB. Hal ini karena, meskipun permintaan sebenarnya terus meningkat, sebagian pembeli masih bersikap menunggu. Di satu sisi, sebagian pembeli menunggu sinyal harga dari pabrik Vietnam; di sisi lain, sebagian memantau harga berjangka Tiongkok. Jika arah yang jelas muncul dari salah satu sisi, pasar dapat bergerak kembali — terutama jika harga berjangka Tiongkok naik, yang dapat mendorong pembeli mengambil posisi beli. Untuk saat ini, harga berjangka sedikit turun, dan pasar terus menunggu perkembangan lebih lanjut.
31 menit yang lalu