[Sekilas Pasar Nikel SMM] Perusahaan Nikel Besar Tiongkok Mengincar Afrika dan Pasifik Seiring Meningkatnya Tekanan Kebijakan Indonesia
Produsen nikel terkemuka asal Tiongkok tengah menjajaki peluang investasi di luar Indonesia seiring kebijakan yang semakin ketat menguji kelayakan ekonomi operasi mereka di Indonesia. Sebuah grup baja tahan karat besar sedang mempertimbangkan pembangunan kawasan industri skala besar di Madagaskar yang mencakup nikel dan mineral lainnya, terinspirasi dari model mereka di Indonesia, sementara operator HPAL besar sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi saham di proyek nikel sulfida yang belum dikembangkan di Tanzania, dan telah mengajukan penawaran untuk saham di operasi nikel yang terhenti di Kaledonia Baru. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi investasi nikel pertama di luar Indonesia bagi kedua grup tersebut. Madagaskar mencabut moratorium izin pertambangan baru selama 16 tahun pada Januari, meskipun saat ini negara itu berada di bawah pemerintahan militer transisi pasca kudeta tahun lalu.