WBMS: Global Nickel Market Saw a Supply Deficit of 116,600 mt in Jan-Oct 2022

Telah Terbit: Dec 21, 2022 11:09
Sumber: SMM
In the first ten months of 2022, the output of refined nickel totalled 2.37 million mt, while the demand for it stood at 2.49 million mt.

SHANGHAI, Dec 21 (SMM) - According to the latest report released by World Bureau of Metal Statistics (WBMS), the global nickel market recorded a deficit of 116,600 mt from January to October 2022, which follows a deficit of 180,700 mt in the whole 2021. In the first ten months of 2022, the output of refined nickel totalled 2.37 million mt, while the demand for it stood at 2.49 million mt. The combined output of nickel ore in January-October totalled 2.56 million mt, up 326,000 mt year-on-year. In China, the output of nickel smelters during January and October dropped by 62,300 mt on a annual basis. The apparent demand stood at 1.42 million mt, up 39,600 mt year-on-year. During the same period, the combined output of nickel smelters in Indonesia was 866,400 mt, up by 20% on the year. Globally, the total apparent demand for nickel in the first ten months of 2022 increased by 38,100 mt.
 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
5 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 24 Agustus 2026.
5 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
5 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Baca Selengkapnya
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Topan Saudel (dikenal secara lokal sebagai Obet) memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina pada 24 Agustus dan bergerak ke arah barat-barat laut, dengan potensi dampak pada Laut China Timur dan pantai China Timur sekitar 26–27 Agustus, meskipun lintasannya masih belum pasti. Untuk logistik nikel, pelabuhan muat Zambales/Sta. Cruz dan Subic tetap menjadi area utama yang perlu diwaspadai, karena hujan lebat, angin kencang, dan laut bergelombang dapat menyebabkan gangguan jangka pendek pada pemuatan dan pengangkutan bijih. Surigao dan area nikel utama lainnya diperkirakan akan mengalami dampak terbatas. Di China daratan, jalur Laut China Timur dan pelabuhan pantai China Timur harus dipantau, karena kondisi laut yang memburuk dapat mempengaruhi sementara operasi kapal dan aktivitas pelabuhan sekitar 26–27 Agustus.
5 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
5 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap tidak berubah di ketiga tingkatan berikut: 1,4% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $53,3/wmt 1,5% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $60,8/wmt 1,6% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $65,8/wmt Pembaruan Kebijakan Indonesia — 24 Agustus 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih dalam periode menunggu, dengan pasar terus memantau lebih lanjut persetujuan RKAB dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, pemerintah telah menunda penerapan pajak windfall yang direncanakan, sementara rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut masih dibahas. Kondisi cuaca di seluruh daerah penghasil nikel utama umumnya masih terkendali, meskipun curah hujan tinggi yang terlokalisasi masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada pertambangan dan logistik. Pasar juga menunggu potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, khususnya perlakuan terhadap logam terkait dan faktor korektif, dapat mempengaruhi harga limonit dan ekonomi bahan baku HPAL.
5 jam yang lalu
WBMS: Global Nickel Market Saw a Supply Deficit of 116,600 mt in Jan-Oct 2022 - Shanghai Metals Market (SMM)