China’s Bauxite Imports Plummeted 2.56 Million mt MoM in June

Telah Terbit: Aug 01, 2022 10:55 (GMT+8)
Sumber: SMM
SHANGHAI, Aug 1 (SMM) - Customs data showed that China imported 9.42 million mt of bauxite in June, down 21.4% MoM and 7.1% YoY.

SHANGHAI, Aug 1 (SMM) - Customs data showed that China imported 9.42 million mt of bauxite in June, down 21.4% MoM and 7.1% YoY. The figure was down a staggering 2.56 million mt from that in May and failed to sustain the monthly imports above 10 million mt recorded in previous months. Imports from Australia were 2.44 million mt, down 21.19% month-on-month and 23.14% year-on-year; imports from Guinea were 5.75 million mt, a decrease of 17.16% month-on-month, but up 9.05% year-on-year; imports from Indonesia were 1.05 million mt, a drop of 40% MoM and 35.8% YoY; imports from Montenegro, Malaysia and Jamaica were 99,400 mt, 36,300 mt and 44,500 mt respectively. China imported a merely 0.04 mt of bauxite from Ghana and 0.02 mt from Cameroon.
Imports from Australia
As the hurricane in Australia disrupted both mining and transportation in June, local mining companies focused on the delivery of long-term orders. Since Australia suffered no extreme weather in July, the production and shipments are expected to have returned to normal.
Imports from Indonesia
Market concerns about a potential export ban by Indonesia have intensified. Most mines in Indonesia have basically run out of their export quotas since June. The shipments under long-term orders have already been shocked, and there has been virtually no spot bauxite available for shipments. Chinese alumina refineries who use Indonesian ore are now seeking Guinean and Australian ore as alternatives. The market is pessimistic that Indonesia may begin to prohibit the exports of bauxite at the end of the year. Although the Chinese alumina industry will not suffer an irreparable trauma if the export ban comes into force, the instability of alumina production will be heightened.  
Imports from Guinea
The rainy season in Guinea falls from May to November, while the dry season begins in December and ends in April. The decline in bauxite imports from Guinea was partly due to the rainy season, which lowered its bauxite output. In addition, the demand for Guinean ore softened slightly after most Chinese alumina refineries who use Guinean ore have stockpiled ore that could sustain 1-3 months of production. Bauxite shipments from Guinea kept refreshing record high in the first half of the year. However, China’s demand for Guinean ore will regain upward momentum after the current stockpiles run out over time. SMM believes that China’s bauxite imports from Guinea will recover after the rainy season in Guinea ends. It is worth noting that the unstable regime and frequent strikes in Guinea will be important factors affecting the mining and shipment of Guinean ore in the future.
On the whole, the decline in bauxite exports from Guinea and Australia in June was caused by bad weather, rather than policy restrictions. SMM predicts that China’s bauxite imports from Australia may have picked up in July along with the recovery of output in the country while imports from Guinea may have continued to fall due to the rainy season. In view of the enormous uncertainty as for when Indonesia will impose a ban on its bauxite exports, it is vital for Chinese alumina refineries to take countermeasures in advance so as to minimise the negative impact. 
 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[Tinjauan Harian ADC12] Kontrak Terbanyak Diperdagangkan ADC12 Ditutup Menguat; Sentimen Spot Pulih tetapi Perbaikan Permintaan Masih Kurang
42 menit yang lalu
[Tinjauan Harian ADC12] Kontrak Terbanyak Diperdagangkan ADC12 Ditutup Menguat; Sentimen Spot Pulih tetapi Perbaikan Permintaan Masih Kurang
Baca Selengkapnya
[Tinjauan Harian ADC12] Kontrak Terbanyak Diperdagangkan ADC12 Ditutup Menguat; Sentimen Spot Pulih tetapi Perbaikan Permintaan Masih Kurang
[Tinjauan Harian ADC12] Kontrak Terbanyak Diperdagangkan ADC12 Ditutup Menguat; Sentimen Spot Pulih tetapi Perbaikan Permintaan Masih Kurang
[Komentar Harian Harga ADC12: Kontrak Paling Aktif Aluminium Cor Ditutup Menguat, Sentimen Spot Pulih tetapi Perbaikan Permintaan Masih Kurang] Kontrak berjangka paduan aluminium cor paling aktif AD2612 dibuka pada 22.750 yuan/mt hari ini. Setelah sempat melonjak ke 22.835 yuan/mt pada pembukaan, harga kembali turun, menyentuh level terendah sesi di 22.705 yuan/mt pada perdagangan awal sebelum stabil. Pusat harga kemudian naik secara bertahap, dengan kenaikan yang didorong volume sebelum tengah hari mendorongnya ke level tertinggi sesi di 22.915 yuan/mt. Kontrak ditutup pada 22.890 yuan/mt pada tengah hari, naik 200 yuan/mt, atau 0,88%, dari harga penyelesaian kemarin.
42 menit yang lalu
Jereh Luncurkan Proyek Daur Ulang Baterai Lithium di Jinan, Provinsi Shandong
3 jam yang lalu
Jereh Luncurkan Proyek Daur Ulang Baterai Lithium di Jinan, Provinsi Shandong
Baca Selengkapnya
Jereh Luncurkan Proyek Daur Ulang Baterai Lithium di Jinan, Provinsi Shandong
Jereh Luncurkan Proyek Daur Ulang Baterai Lithium di Jinan, Provinsi Shandong
Pada 13 Oktober, Komite Manajemen Area Perintis Jinan untuk Mengganti Penggerak Pertumbuhan Lama dengan yang Baru di Provinsi Shandong merilis pengumuman publik pertama tentang penilaian dampak lingkungan untuk Proyek Daur Ulang Sumber Daya Baterai Lithium Jereh dari Jereh Resources Recycling Technology (Jinan) Co., Ltd. Proyek baru ini berlokasi di Taman Industri Manufaktur Cerdas Baru Ramah Lingkungan di Jalan Xiehu, Kecamatan Taiping, Distrik Jiyang, Jinan, Provinsi Shandong, tepatnya di Gedung 14-B# dan 15# Tahap II area bangunan hijau. Proyek ini diharapkan membangun dua jalur produksi: satu untuk membongkar, menghancurkan, dan menggiling 25.000 ton baterai LFP bekas per tahun, dan satu lagi untuk membongkar, menghancurkan, dan menggiling 60.000 ton baterai LFP dan baterai lithium terner bekas per tahun. Peralatan utama meliputi peralatan pembongkaran paket baterai, peralatan penghancuran, peralatan pirolisis, peralatan pemilahan, dan fasilitas perlindungan lingkungan pendukung. Dari segi proses, proyek ini mengadopsi prosedur termasuk penelusuran kode pemindaian paket baterai dan pembongkaran, penelusuran kode pemindaian sel baterai, penghancuran tanpa pengosongan daya, pirolisis bebas oksigen, dan pemilahan. Gas buang yang dihasilkan dari penghancuran dan pirolisis akan dikirim ke fasilitas pemurnian gas limbah pendukung untuk diolah. Produk akhir yang dipulihkan meliputi massa hitam, produk tembaga, dan produk aluminium. Setelah selesai, proyek ini akan memiliki kapasitas pengolahan 85.000 ton baterai LFP dan baterai lithium terner bekas per tahun.
3 jam yang lalu
Gleich Aluminium Tingkatkan dengan Sistem Pemotongan IMA Schelling Baru, Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Efisiensi
3 jam yang lalu
Gleich Aluminium Tingkatkan dengan Sistem Pemotongan IMA Schelling Baru, Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Efisiensi
Baca Selengkapnya
Gleich Aluminium Tingkatkan dengan Sistem Pemotongan IMA Schelling Baru, Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Efisiensi
Gleich Aluminium Tingkatkan dengan Sistem Pemotongan IMA Schelling Baru, Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Efisiensi
Gleich Aluminium telah berhasil memasang sistem pemotongan pelat dan lembaran IMA Schelling fm 8 yang baru di pabriknya di Kaltenkirchen, Jerman, menggantikan mesin gergaji yang lama. Seluruh pemasangan selesai hanya dalam tiga minggu tanpa mengganggu operasional normal. Sebagai perusahaan dengan 150 karyawan dan produksi tahunan sekitar 20.000 ton aluminium, Gleich Aluminium jelas membutuhkan peningkatan peralatan. General manager perusahaan, Sebastian Ricken, menyatakan bahwa detail desain dan efektivitas biaya menjadi faktor penentu utama dalam pemilihan ini. Sistem baru ini dilengkapi penyusunan cerdas yang dapat mengelompokkan ratusan pesanan secara otomatis berdasarkan ketebalan material melalui perangkat lunak dan menghitung rencana pemotongan optimal sebelum diproses, sehingga tingkat sisa material tetap di bawah 10%.
3 jam yang lalu