China copper concentrate imports increased slightly in November

Telah Terbit: Jan 04, 2021 15:49 (GMT+8)
China imported 1.83 million mt of copper ore and concentrate (hereinafter referred to as copper concentrate) in November 2020, a month-on-month increase of 8.3% and a year-on-year decrease of 15%, according to China Customs.

SHANGHAI, Jan 4 (SMM)—China imported 1.83 million mt of copper ore and concentrate (hereinafter referred to as copper concentrate) in November 2020, a month-on-month increase of 8.3% and a year-on-year decrease of 15%, according to China Customs. For January-November, China’s copper concentrate imports totalled 19.9 million mt, down 0.96% year on year. The import volume of copper concentrate from Peru increased as copper mines recovered from the COVID-19 pandemic. In October, Peru’s domestic copper production returned to normal levels. Imports of copper concentrate from Australia and the US have declined significantly.

According to customs data, 88,900 mt of copper concentrate was imported from the US in September 2020, and imports in October stood at 20,100 mt. Imports in November dropped further to 10,300 mt. Imports from the US are not compared on a year-on-year basis due to a 25% tariff in the same period of 2019. However, copper concentrate imports from the US fell to low levels after rising to a high level in September despite the tax exemption by China Customs. US copper concentrate inventory at traders has declined after being destocked in September, reducing supply. Meanwhile, importers will need to apply for Customs approvals for each batch of imports under bill of lading, which has increased operational risks.

In October 2020, China imported 40,500 mt of copper concentrate from Australia, down 54.2% month-on-month and 34.5% year-on-year; China imported 26,700 mt of copper concentrate from Australia in November 2020, down 34.0% month-on-month and 77.8% year-on-year. Importers reduced copper concentrate imports from Australia sharply due to concerns over a ban on copper concentrate imports from Australia in early November amid China-Australia tensions.

According to customs data, copper concentrate imports from Australia accounted for around 4% of the total imports in 2019. Copper concentrate shipments from Australia to China were mainly produced in Sandfire, Cobar, Prominent Hill, Nova, MT ISA and Capricorn.

For more information on the Chinese domestic copper markets, please subscribe to China Copper Weekly.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Peru melihat peningkatan produksi tembaga 1 juta ton per tahun dalam lima hingga enam tahun
26 Sep 2026 01:38 (GMT+8)
Peru melihat peningkatan produksi tembaga 1 juta ton per tahun dalam lima hingga enam tahun
Baca Selengkapnya
Peru melihat peningkatan produksi tembaga 1 juta ton per tahun dalam lima hingga enam tahun
Peru melihat peningkatan produksi tembaga 1 juta ton per tahun dalam lima hingga enam tahun
Menteri Energi dan Pertambangan Peru Guillermo Shinno mengatakan negaranya berharap dapat menambah sekitar 1 juta ton produksi tembaga tahunan dalam lima hingga enam tahun ke depan melalui proyek-proyek pertambangan baru. Produsen tembaga terbesar ketiga di dunia itu memperkirakan produksi 2026 sebesar 2,5 hingga 2,7 juta ton, hampir tidak berubah dari 2023 karena menurunnya kadar bijih dan konflik sosial yang berulang membebani pasokan. Pemerintah yang baru terpilih berupaya membalikkan stagnasi itu dengan memangkas birokrasi; dalam dua bulan sejak menjabat, perusahaan-perusahaan pertambangan telah meningkatkan keterlibatan dengan kementerian tersebut. Shinno mengatakan para pejabat telah mengidentifikasi 27 izin yang dapat dihapus dari sekitar 100 persyaratan sektor pertambangan, tanpa menurunkan standar lingkungan
26 Sep 2026 01:38 (GMT+8)
Produsen tembaga India meminta pemangkasan GST karena harga rekor meningkatkan beban modal kerja
25 Sep 2026 20:26 (GMT+8)
Produsen tembaga India meminta pemangkasan GST karena harga rekor meningkatkan beban modal kerja
Baca Selengkapnya
Produsen tembaga India meminta pemangkasan GST karena harga rekor meningkatkan beban modal kerja
Produsen tembaga India meminta pemangkasan GST karena harga rekor meningkatkan beban modal kerja
Produsen tembaga India mengupayakan penurunan GST menjadi 5% dari 18%, dengan alasan meningkatnya kebutuhan modal kerja di tengah harga tembaga yang mencapai rekor tertinggi.
25 Sep 2026 20:26 (GMT+8)
Kekurangan Asam Sulfat Muncul sebagai Kendala Pertumbuhan Tembaga Zambia
25 Sep 2026 16:43 (GMT+8)
Kekurangan Asam Sulfat Muncul sebagai Kendala Pertumbuhan Tembaga Zambia
Baca Selengkapnya
Kekurangan Asam Sulfat Muncul sebagai Kendala Pertumbuhan Tembaga Zambia
Kekurangan Asam Sulfat Muncul sebagai Kendala Pertumbuhan Tembaga Zambia
Kelangkaan asam sulfat di Zambia semakin menjadi kendala bagi produksi dan pemurnian tembaga. Jubilee Metals melaporkan biaya asam naik lebih dari 200% pada kuartal IV tahun fiskal 2026, sementara produksi katoda Sable turun menjadi 250 ton dari 361 ton pada kuartal III. Data pemerintah juga menunjukkan produksi tembaga skala kecil turun 35,2% secara tahunan pada semester I 2026, menyoroti keterpaparan sektor ini terhadap ketersediaan asam yang ketat dan biaya pemrosesan yang lebih tinggi.
25 Sep 2026 16:43 (GMT+8)