China blast furnace operating rates fell again amid emergency responses to heavy air pollution

Telah Terbit: Dec 3, 2020 13:32
Operating rates of blast furnaces at Chinese steel makers dropped this week as Tangshan and Handan of Hebei province once again launched emergency responses to heavy air pollution and as some steel mills have started maintenance recently.

SHANGHAI, Dec 3 (SMM)—Operating rates of blast furnaces at Chinese steel makers dropped this week as Tangshan and Handan of Hebei province once again launched emergency responses to heavy air pollution and as some steel mills have started maintenance recently.

An SMM survey showed that the average operating rate of BFs at steel mills in China dropped 0.41 percentage on the week to 88.1% as of December 3.

While coke, coking coal, iron ore and hot-rolled coil futures all surged to new highs in 2020 this week amid a slew of positive news, rebar futures relatively lagged behind due to its weakening fundamentals. China’s Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) stood at 52.1% in November, up by 0.7 percentage point month on month, which was above the threshold for nine consecutive months, indicating that the recovery growth of the manufacturing industry has accelerated. In addition, smooth power transition from the Trump administration to the Biden team, expectations of a new US fiscal stimulus package and positive progress in Covid vaccine research also boosted ferrous metals prices.

In the short term, HRC prices are expected to remain stronger than rebar prices. However, as steel products shipped from north China have arrived at southern markets and steel makers, driven by decent profits, have started to ramp up production, steel prices may begin to fall in the near term.  

China BF operating rates at steel makers 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
7 Sep 2026 15:43
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Baca Selengkapnya
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Proyek perluasan katoda tembaga 300.000 ton/tahun milik JCC Hongyuan Copper, anak perusahaan Jiangxi Copper Corporation, memasuki tahap pengumuman publik pra-persetujuan penilaian dampak lingkungan pada 4 September, dengan total investasi sekitar 1,416 miliar yuan. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada September 2026 dan selesai pada Desember 2027. Setelah selesai, total kapasitas JCC Hongyuan akan melonjak dari 250.000 ton menjadi 550.000 ton.
7 Sep 2026 15:43
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
3 Sep 2026 19:00
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
Baca Selengkapnya
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
[SMM Kilat Logam Mulia] Yen Jepang melonjak tajam selama perdagangan Rabu, dengan USD/JPY turun di bawah 159 dan ditutup melemah 0,92% di 158,69, memicu spekulasi intervensi mata uang Jepang. Indeks dolar juga turun tajam, dengan lingkungan dolar yang lebih lemah memberikan dukungan bagi logam mulia.
3 Sep 2026 19:00
Wuhu Menyetujui Analisis Dampak Lingkungan untuk Proyek Baterai Timbal-Karbon 500.000 kVAh milik Anhui Motu
26 Aug 2026 17:02
Wuhu Menyetujui Analisis Dampak Lingkungan untuk Proyek Baterai Timbal-Karbon 500.000 kVAh milik Anhui Motu
Baca Selengkapnya
Wuhu Menyetujui Analisis Dampak Lingkungan untuk Proyek Baterai Timbal-Karbon 500.000 kVAh milik Anhui Motu
Wuhu Menyetujui Analisis Dampak Lingkungan untuk Proyek Baterai Timbal-Karbon 500.000 kVAh milik Anhui Motu
[Dinamika Perusahaan Baterai Timbal-Asam] Baru-baru ini, Biro Ekologi dan Lingkungan Kota Wuhu menerbitkan opini persetujuan, dan analisis dampak lingkungan untuk proyek perakitan baterai timbal-karbon dengan kapasitas produksi tahunan 500.000 kVAh dari Anhui Motu Technology Group Co., Ltd. secara resmi disetujui. Perusahaan akan menerapkan berbagai langkah perlindungan lingkungan sesuai dengan persyaratan persetujuan analisis dampak lingkungan, melanjutkan pekerjaan pendahuluan selanjutnya, dan memulai konstruksi proyek setelah semua kondisi siap.
26 Aug 2026 17:02