China issued 5th batch of copper scrap import quotas for 2020

Telah Terbit: Apr 13, 2020 10:55
However, concerns about supply shortage sustain due to the disruptions to global copper scrap supply chain amid the coronavirus epidemic. Allowances in the first five batches this year amounted to 527,700 mt, which translate to 422,100 mt in Cu content based on an average grade of 80%.

SHANGHAI, Apr 13 (SMM) – China's environmental authorities on April 10 issued the fifth batch of copper scrap import quotas for 2020, with the volumes surging from the previous batch. However, concerns about supply shortage sustain due to the disruptions to global copper scrap supply chain amid the coronavirus epidemic.


The China Solid Waste and Chemicals Management Bureau, a unit of the Ministry of Ecology and Environment, granted import allowances for 222,020 mt of high-grade copper scrap to over 140 importers in the latest release, compared to 3,520 mt in the fourth batch. 


Allowances in the first five batches this year amounted to 527,700 mt, which translate to 422,100 mt in Cu content based on an average grade of 80%. This could roughly meet domestic demand in the first four months of the year, given the fact that China imported 425,600 mt in metal content of copper scrap in January-April 2019, according to customs data.


The relatively sufficient volumes of import quotas may unlikely to address supply tightness of copper scrap in China in the near future as the COVID-19 pandemic has triggered lockdown and operation suspension of key copper scrap suppliers in South-east Asia and Europe and this left Chinese importers uncertain over future supply. 

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
11 jam yang lalu
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Baca Selengkapnya
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah AS akan menginvestasikan 3 miliar dolar AS dalam berbagai proyek mineral kritis dan baterai guna meningkatkan kapasitas domestik serta mendukung tujuan keamanan nasional dan kebijakan industri. Dalam pertemuan meja bundar di Departemen Luar Negeri AS, Trump mengatakan kepada lebih dari 200 eksekutif pertambangan, investor, akademisi, dan pejabat pemerintah bahwa AS kurang memberikan perhatian pada sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhir, dan bahwa mineral kritis sangat penting bagi ekonomi dan keamanan nasional AS.
11 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
11 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Baca Selengkapnya
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Bank Sentral Chile mengumumkan pada hari Jumat bahwa nilai ekspor tembaga Chile, produsen tembaga terbesar di dunia, mencapai US$5,37 miliar pada bulan Juli, naik 22,7% dari tahun sebelumnya. Bank sentral tersebut mengatakan surplus perdagangan negara itu pada bulan tersebut adalah US$1,99 miliar, di bawah US$2,38 miliar yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei.
11 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
11 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Baca Selengkapnya
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Pada hari Jumat, Kantor Presiden Indonesia menyatakan bahwa ekspor mineral yang sempat terhambat akibat terdeteksinya unsur tanah jarang (UTJ) telah dilanjutkan, dengan kargo aluminium hidroksida dan alumina dimuat dan dikirim dari Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Staf Kepresidenan Abdurachman Dudung mengatakan dalam pernyataannya bahwa produk alumina yang diproduksi oleh PT Indonesia Chemical Alumina sebelumnya tertahan karena "perbedaan penafsiran" terhadap kebijakan kandungan unsur tanah jarang dalam ekspor logam.
11 jam yang lalu
China issued 5th batch of copper scrap import quotas for 2020 - Shanghai Metals Market (SMM)