Coronavirus lockdowns to disrupt copper scrap supply chain

Telah Terbit: Mar 26, 2020 12:16
Risks of disruptions to global copper scrap supply chain are growing as world authorities put drastic measures, including travel restrictions and border shutdowns, to stop the spread of the COVID-19 pandemic.

Malaysia, the biggest copper scrap supplier to the top metals consumer China and the regional hub for non-ferrous metal scrap recycling in Southeast Asia, has announced a nationwide lockdown, which will remain in place until at least the middle of April.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok: Impor Katoda Tembaga Tiongkok Naik 7,99% YoY di Bulan Mei, Rincian Data Impor dan Ekspor
53 menit yang lalu
Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok: Impor Katoda Tembaga Tiongkok Naik 7,99% YoY di Bulan Mei, Rincian Data Impor dan Ekspor
Baca Selengkapnya
Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok: Impor Katoda Tembaga Tiongkok Naik 7,99% YoY di Bulan Mei, Rincian Data Impor dan Ekspor
Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok: Impor Katoda Tembaga Tiongkok Naik 7,99% YoY di Bulan Mei, Rincian Data Impor dan Ekspor
53 menit yang lalu
GACC: Impor Bijih dan Konsentrat Tembaga China pada Mei Turun 1,74% YoY, Rincian Data Impor dan Ekspor
57 menit yang lalu
GACC: Impor Bijih dan Konsentrat Tembaga China pada Mei Turun 1,74% YoY, Rincian Data Impor dan Ekspor
Baca Selengkapnya
GACC: Impor Bijih dan Konsentrat Tembaga China pada Mei Turun 1,74% YoY, Rincian Data Impor dan Ekspor
GACC: Impor Bijih dan Konsentrat Tembaga China pada Mei Turun 1,74% YoY, Rincian Data Impor dan Ekspor
57 menit yang lalu
Tambang tembaga Cobre Panama dianggap patuh secara umum dan diharapkan melanjutkan produksi.
10 jam yang lalu
Tambang tembaga Cobre Panama dianggap patuh secara umum dan diharapkan melanjutkan produksi.
Baca Selengkapnya
Tambang tembaga Cobre Panama dianggap patuh secara umum dan diharapkan melanjutkan produksi.
Tambang tembaga Cobre Panama dianggap patuh secara umum dan diharapkan melanjutkan produksi.
Breaking News | Audit SGS Tunjukkan Tingkat Kepatuhan Tambang Cobre Panama Mendekati 88%, Hambatan untuk Kembali Berproduksi Semakin Terkikis Pada 19 Juni, Kementerian Lingkungan Hidup Panama merilis laporan audit akhir oleh SGS Swiss atas tambang tembaga Cobre Panama milik First Quantum. Audit tersebut mencakup 370 komitmen dari tahun 2019 hingga 2023, dengan tingkat kepatuhan keseluruhan sekitar 88%. Standar teknis dan operasional meraih skor tertinggi (90,20%), disusul kepatuhan lingkungan. SGS menunjukkan bahwa permasalahan terkonsentrasi di area seperti pengelolaan keanekaragaman hayati, dan bukan merupakan kelemahan struktural. Menurut SMM, pemeliharaan peralatan utama di tambang berjalan normal. Apabila izin untuk melanjutkan produksi diberikan, produksi diperkirakan akan pulih dengan laju yang relatif cepat. Tambang ini telah dihentikan sejak November 2023, dengan kapasitas tahunan sekitar 350.000 metrik ton tembaga. Pemerintah Panama telah membentuk kelompok kerja lintas kementerian untuk mengevaluasi keputusan selanjutnya.
10 jam yang lalu
Risks of disruptions to global copper scrap supply chain are growing a - Shanghai Metals Market (SMM)