China's 4th batch of copper scrap import quotas for 2020 further shrank in volumes

Telah Terbit: Mar 9, 2020 10:40
Allowances in the first four batches this year amounted to 305,640 mt, accounting for 54.5% of the total 15 batches of import quotas in 2019, which stood at 560,600 mt. SMM expects the substantial amounts of import quotas so far this year to guarantee the domestic supply of high-grade copper scrap.

SHANGHAI, Mar 9 (SMM) – China's environmental authorities on March 7 issued the fourth batch of copper scrap import quotas for 2020, with the volumes further declining from the previous three batches. 


The China Solid Waste and Chemicals Management Bureau, a unit of the Ministry of Ecology and Environment, granted import allowances for 3,520 mt of high-grade copper scrap to nine importers in the latest release, compared to 270,900 mt in the first batch, 26,600 mt in the second batch and 4,620 mt in the third batch. 


Allowances in the first four batches this year amounted to 305,640 mt, accounting for 54.5% of the total 15 batches of import quotas in 2019, which stood at 560,600 mt. 


SMM expects the substantial amounts of import quotas so far this year to guarantee the domestic supply of high-grade copper scrap. Copper scrap supply will recover after copper prices halt declines and bounce back. 

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
12 jam yang lalu
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Baca Selengkapnya
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah AS akan menginvestasikan 3 miliar dolar AS dalam berbagai proyek mineral kritis dan baterai guna meningkatkan kapasitas domestik serta mendukung tujuan keamanan nasional dan kebijakan industri. Dalam pertemuan meja bundar di Departemen Luar Negeri AS, Trump mengatakan kepada lebih dari 200 eksekutif pertambangan, investor, akademisi, dan pejabat pemerintah bahwa AS kurang memberikan perhatian pada sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhir, dan bahwa mineral kritis sangat penting bagi ekonomi dan keamanan nasional AS.
12 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
12 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Baca Selengkapnya
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Bank Sentral Chile mengumumkan pada hari Jumat bahwa nilai ekspor tembaga Chile, produsen tembaga terbesar di dunia, mencapai US$5,37 miliar pada bulan Juli, naik 22,7% dari tahun sebelumnya. Bank sentral tersebut mengatakan surplus perdagangan negara itu pada bulan tersebut adalah US$1,99 miliar, di bawah US$2,38 miliar yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei.
12 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
12 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Baca Selengkapnya
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Pada hari Jumat, Kantor Presiden Indonesia menyatakan bahwa ekspor mineral yang sempat terhambat akibat terdeteksinya unsur tanah jarang (UTJ) telah dilanjutkan, dengan kargo aluminium hidroksida dan alumina dimuat dan dikirim dari Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Staf Kepresidenan Abdurachman Dudung mengatakan dalam pernyataannya bahwa produk alumina yang diproduksi oleh PT Indonesia Chemical Alumina sebelumnya tertahan karena "perbedaan penafsiran" terhadap kebijakan kandungan unsur tanah jarang dalam ekspor logam.
12 jam yang lalu
China's 4th batch of copper scrap import quotas for 2020 further shrank in volumes - Shanghai Metals Market (SMM)