Construction of 50,000 mt NCA cathode material project began in Qinghai

Telah Terbit: Nov 13, 2019 10:57
The project aimed at providing raw materials for lithium-ion power batteries

SHANGHAI, Nov 13 (SMM) – A lithium nickel cobalt aluminium oxide (NCA) cathode material project, with an annualised capacity of 50,000 mt, commenced construction in Tongren County of Qinghai province on October 29, according to a news release on the local government website. 

The project aimed at providing raw materials for lithium-ion power batteries. With a total investment of 3 billion yuan, it is expected to generate an annual output value of 10 billion yuan upon full commissioning. 

Phase-one project features 15 production lines, with a combined capacity of 18,000 mt/year. 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pengantar Kompleks Bushveld: Geologi, Sumber Daya, dan Prospek
4 jam yang lalu
Pengantar Kompleks Bushveld: Geologi, Sumber Daya, dan Prospek
Baca Selengkapnya
Pengantar Kompleks Bushveld: Geologi, Sumber Daya, dan Prospek
Pengantar Kompleks Bushveld: Geologi, Sumber Daya, dan Prospek
[SMM Research] Studi ini mengkaji Kompleks Bushveld di Afrika Selatan, wilayah yang menjadi sumber sebagian besar platinum dunia, dan mencakup lokasi sabuknya, hasilnya, penambangnya, pentingnya, serta prospek ke depannya.
4 jam yang lalu
Persaingan AS-Tiongkok Meningkat di Sektor Mineral Kritis Republik Demokratik Kongo
10 jam yang lalu
Persaingan AS-Tiongkok Meningkat di Sektor Mineral Kritis Republik Demokratik Kongo
Baca Selengkapnya
Persaingan AS-Tiongkok Meningkat di Sektor Mineral Kritis Republik Demokratik Kongo
Persaingan AS-Tiongkok Meningkat di Sektor Mineral Kritis Republik Demokratik Kongo
[SMM Flash] Republik Demokratik Kongo (DRC) menjadi arena yang semakin penting dalam persaingan AS-Tiongkok untuk mineral kritis, dengan negara ini memiliki sumber daya signifikan berupa kobalt, tembaga, litium, koltan, tantalum, timah, tungsten, dan komoditas strategis lainnya. Tiongkok telah membangun posisi yang kuat di seluruh rantai nilai pertambangan, pemrosesan, dan pemurnian DRC, sementara AS berupaya mendiversifikasi pasokan melalui investasi infrastruktur, diplomasi, dan partisipasi langsung dalam aset pertambangan. Komponen utama strategi AS adalah Koridor Lobito, didukung oleh pinjaman dari Development Finance Corporation AS senilai 553 juta dolar AS untuk merehabilitasi sekitar 1.300 km jalur kereta api yang menghubungkan DRC ke pelabuhan Atlantik Angola. Konsorsium Mineral Kritis Orion yang didukung AS juga telah mengusulkan akuisisi 40% saham di aset Mutanda dan Kamoto milik Glencore, dengan transaksi yang mencerminkan nilai perusahaan gabungan sekitar 9 miliar dolar AS dan memberikan hak kepada Orion untuk mengarahkan bagian produksinya kepada pembeli yang ditunjuk. Langkah-langkah ini secara bertahap dapat mendiversifikasi rute perdagangan dan pelanggan mineral DRC, meskipun kapasitas pemrosesan dan jejak infrastruktur Tiongkok yang sudah mapan membuat pergeseran signifikan dalam rantai pasokan kemungkinan tidak akan terjadi dengan cepat.
10 jam yang lalu
Bank sentral kembali melakukan pembelian besar-besaran: Negara mana yang kini berinvestasi besar-besaran pada emas
11 jam yang lalu
Bank sentral kembali melakukan pembelian besar-besaran: Negara mana yang kini berinvestasi besar-besaran pada emas
Baca Selengkapnya
Bank sentral kembali melakukan pembelian besar-besaran: Negara mana yang kini berinvestasi besar-besaran pada emas
Bank sentral kembali melakukan pembelian besar-besaran: Negara mana yang kini berinvestasi besar-besaran pada emas
11 jam yang lalu
Construction of 50,000 mt NCA cathode material project began in Qinghai - Shanghai Metals Market (SMM)