China issues import quotas for another 11,110 mt of copper scrap

Telah Terbit: Nov 5, 2019 17:03
The latest batch of quotas shrank nearly 80% from the previous batch

SHANGHAI, Nov 5 (SMM) – China on Tuesday issued a fresh batch of import quotas for newly restricted high-grade copper scrap, cementing the fact that Beijing is sharply scaling back its openness to foreign wastes.

The China Solid Waste and Chemicals Management Bureau, a unit of the Ministry of Ecology and Environment, issued import quotas for another 11,110 mt of the so-called Category Six copper scrap to 21 companies in regions including major metal-recycling hubs such as Guangdong, Zhejiang, Jiangxi and Shandong.

The latest batch of quotas shrank nearly 80% from the previous batch, which was the first batch for the fourth quarter.    

China has granted six batches of import quotas of a cumulative total of 552,692 mt for Category Six copper scrap, which saw the import restrictions going into effect on July 1.

The latest two batches totalled 68,475 mt, accounting for only 14% of the combined total of 484,217 mt of the initial four batches which were mostly issued for the third quarter.

SMM expects copper scrap import quotas for Q4 to amount to 82,316 mt, or 17% of the amount for Q3. Quotas for the whole second half of 2019 are expected to reach 567,000 mt, containing about 453,000 mt of copper.

This will decrease some 270,000 mt in Cu content from the realised import volume of 723,000 mt in Cu content in the second half of 2018.

China’s imports of copper scrap in 2019 is expected to drop 160,000 mt in Cu content from 2018, with the import rush leading to a year-over-year increase of 110,000 mt in Cu content in the first half of the year.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
14 jam yang lalu
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Baca Selengkapnya
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah AS akan menginvestasikan 3 miliar dolar AS dalam berbagai proyek mineral kritis dan baterai guna meningkatkan kapasitas domestik serta mendukung tujuan keamanan nasional dan kebijakan industri. Dalam pertemuan meja bundar di Departemen Luar Negeri AS, Trump mengatakan kepada lebih dari 200 eksekutif pertambangan, investor, akademisi, dan pejabat pemerintah bahwa AS kurang memberikan perhatian pada sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhir, dan bahwa mineral kritis sangat penting bagi ekonomi dan keamanan nasional AS.
14 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
14 jam yang lalu
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Baca Selengkapnya
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Bank Sentral Chile mengumumkan pada hari Jumat bahwa nilai ekspor tembaga Chile, produsen tembaga terbesar di dunia, mencapai US$5,37 miliar pada bulan Juli, naik 22,7% dari tahun sebelumnya. Bank sentral tersebut mengatakan surplus perdagangan negara itu pada bulan tersebut adalah US$1,99 miliar, di bawah US$2,38 miliar yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei.
14 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
14 jam yang lalu
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Baca Selengkapnya
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Pada hari Jumat, Kantor Presiden Indonesia menyatakan bahwa ekspor mineral yang sempat terhambat akibat terdeteksinya unsur tanah jarang (UTJ) telah dilanjutkan, dengan kargo aluminium hidroksida dan alumina dimuat dan dikirim dari Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Staf Kepresidenan Abdurachman Dudung mengatakan dalam pernyataannya bahwa produk alumina yang diproduksi oleh PT Indonesia Chemical Alumina sebelumnya tertahan karena "perbedaan penafsiran" terhadap kebijakan kandungan unsur tanah jarang dalam ekspor logam.
14 jam yang lalu