Secondary lead smelters operating rate extended increase on week

Telah Terbit: Oct 25, 2019 14:59
Henan Jinli maintained normal operation of its two battery disassembling lines, after their resumption last week

SHANGHAI, Oct 25 (SMM) – Operating rates across licensed smelters of secondary lead in Jiangsu, Anhui and Henan provinces averaged 53.3% in the week ending October 25, up 4 percentage points from the previous week, according to an SMM survey.

The operating rate in Jiangsu rose 8.4 percentage points to 66.7%, boosted by ramp-up production at New Chunxing. Henan Jinli maintained normal operation of its two battery disassembling lines, after their resumption last week, and this lifted the average operating rate in Henan by 4.4 percentage points to 56.2%. The rate in Anhui remained unchanged on the week at 40%.

Lower lead prices below 17,000 yuan/mt, sufficient secondary lead supply and limited demand from battery producers grew bearish mood and drove smelters to widen discounts of secondary refined lead, to the deepest level over the past two years. 

As of October 25, secondary refined lead was traded at a discount of 450-600 yuan/mt against the average of SMM 1# lead, ex-factory.

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Timbal Sekunder: Peleburan Sekunder yang Merugi Berharap Kenaikan Harga; Kemandekan Pasar di Tengah Campuran Kekuatan Panjang dan Pendek [Ulasan Harian Timbal SMM]
1 jam yang lalu
Timbal Sekunder: Peleburan Sekunder yang Merugi Berharap Kenaikan Harga; Kemandekan Pasar di Tengah Campuran Kekuatan Panjang dan Pendek [Ulasan Harian Timbal SMM]
Baca Selengkapnya
Timbal Sekunder: Peleburan Sekunder yang Merugi Berharap Kenaikan Harga; Kemandekan Pasar di Tengah Campuran Kekuatan Panjang dan Pendek [Ulasan Harian Timbal SMM]
Timbal Sekunder: Peleburan Sekunder yang Merugi Berharap Kenaikan Harga; Kemandekan Pasar di Tengah Campuran Kekuatan Panjang dan Pendek [Ulasan Harian Timbal SMM]
1 jam yang lalu
12 Agustus Ringkasan Transaksi Pasar Baterai Bekas [SMM Daily Review]
1 jam yang lalu
12 Agustus Ringkasan Transaksi Pasar Baterai Bekas [SMM Daily Review]
Baca Selengkapnya
12 Agustus Ringkasan Transaksi Pasar Baterai Bekas [SMM Daily Review]
12 Agustus Ringkasan Transaksi Pasar Baterai Bekas [SMM Daily Review]
1 jam yang lalu
Tianneng Co., Ltd. (688819) Mengeluarkan Prakiraan Laba Semester I 2026: Pendapatan Naik YoY Sementara Laba Bersih Merosot
2 jam yang lalu
Tianneng Co., Ltd. (688819) Mengeluarkan Prakiraan Laba Semester I 2026: Pendapatan Naik YoY Sementara Laba Bersih Merosot
Baca Selengkapnya
Tianneng Co., Ltd. (688819) Mengeluarkan Prakiraan Laba Semester I 2026: Pendapatan Naik YoY Sementara Laba Bersih Merosot
Tianneng Co., Ltd. (688819) Mengeluarkan Prakiraan Laba Semester I 2026: Pendapatan Naik YoY Sementara Laba Bersih Merosot
[Pembaruan Pasar Utama] Pada awal Agustus 2026, Tianneng Co., Ltd. merilis perkiraan laba semester pertama 2026. Perusahaan memperkirakan pendapatan H1 sebesar 21,878 miliar – 22,771 miliar yuan, naik 4,59% – 8,86% YoY; laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 270 juta – 300 juta yuan, turun 65,46% – 68,92% YoY; serta laba bersih setelah dikurangi pos non-berulang sebesar 149 juta – 165 juta yuan, turun 71,98% – 74,70% YoY. Perusahaan menyatakan bahwa tingginya harga bahan baku hulu seperti asam sulfat, persaingan hilir yang semakin ketat, pemulihan permintaan penggunaan akhir yang di bawah ekspektasi, ditambah penyesuaian kebijakan pengurangan tambahan PPN, menekan margin laba. Perkiraan ini hanya berdasarkan estimasi awal; data keuangan final akan mengacu pada laporan semesteran resmi. Investor diingatkan untuk mencermati risiko.
2 jam yang lalu