Supply gap to extend rise in nickel prices in Q1

Telah Terbit: Feb 2, 2019 15:49
Demand from downstream stainless steel plants will grow after CNY maintenance

SHANGHAI, Feb 2 (SMM) – The nickel market will continue to see a supply shortage after the week-long Chinese New Year holiday, as demand from downstream stainless steel plants grows after CNY maintenance. This is likely to extend the increase in nickel prices in the first quarter, SMM expects.  

Those stainless steel mostly held low inventories before the holiday, SMM learned. 

A closed import arbitrage window capped the increase of imported nickel supplies as of February 2. Traders also purchased limited volumes of Norilsk nickel in long-term contracts for the first quarter, an SMM survey found. Jinchuan Group plans to maintain stable production for the first quarter of 2019. 

The commissioning of new domestic cpaacity eased current tight supplies of nickel pig iron (NPI), but significant supply growth will not happen until the second quarter, SMM assessed based on progress of projects.

A large NPI plant in the east China commissioned all four new production lines of submerged-arc furnaces last week, and two started to produce NPI products this week. Each furnace has a capacity of 650 mt in nickel content per month. 

While the domestic production is faster than market forecasts, the commissioning of Indonesia’s new capacity was slower than expected.  

Bolstered by fundamentals, the SHFE nickel 1905 contract is likely to test pressure above at 102,500-103,000 yuan/mt after holiday, SMM expects. 

Higher prices of crude oil and the ferrous complex, together with falling inventories of nickel, pulled the futures prices close to 100,000 yuan/mt as of February 1, from 86,000 yuan/mt from the beginning of 2019.  

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Analysis] Hilir Tetap Berhati-hati dalam Pembelian, Piutang Produk Antara Lesu Minggu Ini
13 menit yang lalu
[SMM Analysis] Hilir Tetap Berhati-hati dalam Pembelian, Piutang Produk Antara Lesu Minggu Ini
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Hilir Tetap Berhati-hati dalam Pembelian, Piutang Produk Antara Lesu Minggu Ini
[SMM Analysis] Hilir Tetap Berhati-hati dalam Pembelian, Piutang Produk Antara Lesu Minggu Ini
Hilir tetap berhati-hati dalam pembelian, dan utang produk antara lesu minggu ini.
13 menit yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 18 September 2026
17 menit yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 18 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 18 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 18 September 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap pada level terbaru setelah penurunan baru-baru ini: · Ni 1,2%: harga rata-rata CIF $27/wmt, tidak berubah · Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $51,8/wmt, tidak berubah · Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $58,5/wmt, tidak berubah · Ni 1,6%: harga rata-rata CIF $63,4/wmt, tidak berubah Pasar bijih nikel Indonesia mulai menyesuaikan diri setelah persetujuan RKAB tambahan dirilis secara bertahap. Meskipun pemerintah belum mengungkapkan total kuota tambahan, beberapa persetujuan telah dirilis secara bertahap ke pasar, sehingga memunculkan ekspektasi pasokan tambahan. Harga bijih nikel pun menurun, dan pasar kini memantau bagaimana rilis RKAB lebih lanjut akan memengaruhi harga dan aktivitas transaksi. ESDM saat ini sedang meninjau sekitar 50 permohonan revisi RKAB, sementara Vale Indonesia juga telah meminta tambahan kuota produksi setelah menerima persetujuan awal RKAB 2026. Sementara itu, formula HPM bijih nikel yang direvisi mulai berlaku pada 15 September, menurunkan faktor koreksi untuk bijih Ni 1,2% dari 26% menjadi 14% dan koefisien kobalt dari 30% menjadi 17%. Revisi ini menurunkan patokan HPM untuk limonit kadar rendah serta mengurangi beban pajak dan royalti terkait. Pasar kini menilai bagaimana HPM yang lebih rendah dan pasokan RKAB tambahan akan tercermin dalam harga transaksi aktual dan volume pasar.
17 menit yang lalu
[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel naik tipis pada 18 Sep, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin
35 menit yang lalu
[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel naik tipis pada 18 Sep, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin
Baca Selengkapnya
[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel naik tipis pada 18 Sep, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin
[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel naik tipis pada 18 Sep, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin
35 menit yang lalu
Supply gap to extend rise in nickel prices in Q1 - Shanghai Metals Market (SMM)