Supply bottlenecks, stable demand to steady SHFE zinc into near term

Telah Terbit: Nov 28, 2018 11:38
Current supply bottlenecks and stable demand across Chinese markets are likely to limit downside room in SHFE zinc

SHANGHAI, Nov 28 (SMM) – Despite expectations of greater supplies, current supply bottlenecks and stable demand across Chinese markets are likely to limit downside room in SHFE zinc, SMM believes.

The SHFE 1901 contract posted a six-day losing streak on Tuesday November 27 as weakness across crude and the ferrous complex as well as downbeat Chinese industrial profit data shook the market.

The National Bureau of Statistics (NBS) said on Tuesday that profit growth at China's industrial firms slowed for a sixth straight month in October. Last month, China’s industrial profits rose 3.6% from a year earlier.

Inflows of seaborne zinc concentrate pushed up treatment charges TCs across domestic markets, cementing anticipations of greater supplies.

As of Tuesday November 27, TCs for domestic concentrate were mostly heard at 4,800-5,200 yuan/mt in Zn content with TCs for seaborne materials at $130-140/dmt. SMM expects TCs to climb to 4,900-5,300 yuan/mt in Zn content and $150-170/dmt in December.

Rising TCs that widen profit margins across smelters improved production enthusiasm among smelters, but environmental issues continued vexing them. SMM data showed that operating rates across Chinese zinc smelters stood much lower than the same period last year.

Social inventories of refined zinc across Shanghai, Guangdong and Tianjin stood at 126,300 mt as of Monday November 26, up 1,100 mt from Friday November 23 but down 3,200 mt from Monday November 19, SMM data showed. Current inventories stood at record lows. Social inventories of refined zinc are unlikely to climb from current lows in the near term.

Consumption remained sluggish. While a closed import arbitrage window limited inflows of seaborne materials and supply failed to expand substantially, social stocks across China did not see steep losses, suggesting weak demand across markets.

SMM data showed that demand for zinc would enter a low season in the fourth quarter and in the first quarter of 2019. Recent declines in the ferrous complex are expected to push galvanising plants into negative territory. Meanwhile, orders for zinc oxide, zinc alloy and die-castings shrank sharply from a year earlier due to the lacklustre automobile, home appliance and property sectors. This would keep zinc consumption being weak.

There is, however, little potential for demand to significantly decrease in the short run. Dips in zinc prices prompted downstream consumers to stockpile.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
11 Sep 2026 18:30
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Baca Selengkapnya
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Pada 9 September 2026, Australia memulai peninjauan sunset kedua atas tindakan antidumping terhadap baja lembaran galvanis dari India, Malaysia, dan Vietnam, serta secara terpisah meluncurkan peninjauan sunset atas tindakan imbalan terhadap impor dari India. Peninjauan ini mencakup periode Juli 2025–Juni 2026, dengan laporan akhir diperkirakan pada 11 Februari 2027. Karena baja galvanis merupakan sektor penggunaan akhir terbesar untuk seng, tindakan ini secara langsung memengaruhi biaya ekspor dan daya saing, yang berpotensi berdampak pada permintaan seng domestik dan rantai pasok Australia. Mempertahankan bea masuk akan memberikan perlindungan bagi kapasitas baja dan pelapisan domestik, sementara penghentian dapat meningkatkan impor berharga murah dan memengaruhi konsumsi seng regional. Hasil akhir tetap bergantung pada penetapan otoritas.
11 Sep 2026 18:30
Penawaran Bijih Terbatas Berlanjut saat Permintaan Musim Dingin Berlangsung, Pabrik Peleburan Tiongkok Membeli Impor di Tengah Biaya Pengolahan yang Rendah
11 Sep 2026 18:30
Penawaran Bijih Terbatas Berlanjut saat Permintaan Musim Dingin Berlangsung, Pabrik Peleburan Tiongkok Membeli Impor di Tengah Biaya Pengolahan yang Rendah
Baca Selengkapnya
Penawaran Bijih Terbatas Berlanjut saat Permintaan Musim Dingin Berlangsung, Pabrik Peleburan Tiongkok Membeli Impor di Tengah Biaya Pengolahan yang Rendah
Penawaran Bijih Terbatas Berlanjut saat Permintaan Musim Dingin Berlangsung, Pabrik Peleburan Tiongkok Membeli Impor di Tengah Biaya Pengolahan yang Rendah
Penawaran pasar dari pedagang bijih tetap terbatas minggu ini, sementara permintaan stok musim dingin masih berlanjut. Beberapa smelter Tiongkok terus mencari dan membeli konsentrat impor untuk kuartal keempat, dengan biaya pengolahan pasar tetap berada di level rendah.
11 Sep 2026 18:30
Tambang Seng di China Barat Laut Menawarkan Tender September pada -RMB 2.800/mt; SMM Akan Memantau Biaya Pengolahan
11 Sep 2026 18:30
Tambang Seng di China Barat Laut Menawarkan Tender September pada -RMB 2.800/mt; SMM Akan Memantau Biaya Pengolahan
Baca Selengkapnya
Tambang Seng di China Barat Laut Menawarkan Tender September pada -RMB 2.800/mt; SMM Akan Memantau Biaya Pengolahan
Tambang Seng di China Barat Laut Menawarkan Tender September pada -RMB 2.800/mt; SMM Akan Memantau Biaya Pengolahan
Menurut SMM, sebuah tambang seng di Tiongkok Barat Laut menawarkan harga tender ambil sendiri September sekitar -RMB 2.800/ton logam pekan ini. SMM akan terus memantau perubahan biaya pengolahan.
11 Sep 2026 18:30