SMM Morning Comments (May 17)

Telah Terbit: May 17, 2018 09:46
SMM Morning Comments

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Skrap Tembaga di Luar China Semester I 2026: Harga Tembaga Melonjak, Pasokan Bahan Baku yang Ketat Mendukung Diskon yang Kuat
39 menit yang lalu
[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Skrap Tembaga di Luar China Semester I 2026: Harga Tembaga Melonjak, Pasokan Bahan Baku yang Ketat Mendukung Diskon yang Kuat
Baca Selengkapnya
[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Skrap Tembaga di Luar China Semester I 2026: Harga Tembaga Melonjak, Pasokan Bahan Baku yang Ketat Mendukung Diskon yang Kuat
[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Skrap Tembaga di Luar China Semester I 2026: Harga Tembaga Melonjak, Pasokan Bahan Baku yang Ketat Mendukung Diskon yang Kuat
[Analisis SMM: Tinjauan Semester I 2026 Pasar Skrap Tembaga Luar Negeri: Harga Tembaga Melonjak, Pasokan Bahan Baku Ketat Menopang Diskon yang Kuat] Pada kuartal I 2026, harga tembaga tetap tinggi dan terkonsolidasi di sekitar 13.000 dolar AS/mt. Baru menjelang akhir kuartal I terjadi koreksi jangka pendek, namun harga kembali melanjutkan tren naik pada kuartal II dan terus mencetak rekor tertinggi baru. Di balik itu, pasokan bijih tembaga yang ketat menjadi salah satu penopang; di sisi lain, efek sifon terhadap sumber daya tembaga global yang dipicu oleh ekspektasi tarif AS semakin memperbesar kekhawatiran pasar terhadap sisi pasokan. Pada saat yang sama, pertumbuhan pesat sektor konsumen tembaga baru seperti kendaraan energi baru, tenaga energi baru, pembangunan jaringan listrik, dan pusat data memicu ekspektasi permintaan tembaga yang meningkat. Dengan latar belakang pertumbuhan pasokan yang tidak sepadan dengan pertumbuhan permintaan, harga tembaga mendapat dukungan kuat. Pasokan unit tembaga yang ketat juga mendorong pelaku usaha mengalihkan fokus dari sisi bijih ke sumber tambahan di luar pasokan tambang, di mana skrap tembaga mengalami peningkatan peran yang signifikan. Seiring harga tembaga yang terus melonjak, harga skrap tembaga naik beriringan, sementara perubahan struktural yang timbul dari kelangkaan sumber daya tembaga mulai mengubah logika penetapan harga pasar skrap tembaga, yang sebelumnya didominasi oleh konsumsi dan selisih harga.
39 menit yang lalu
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
40 menit yang lalu
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
40 menit yang lalu
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
1 jam yang lalu
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
Baca Selengkapnya
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
Pada Mei 2026, total impor belerang bulanan Indonesia mencapai 277.834,30 ton berdasarkan kandungan fisik, naik 3,9% MoM dan turun 55,80% YoY, dengan negara pengimpor utama meliputi China, Vietnam, Inggris, India, Singapura, Spanyol, Turkmenistan, Turki, Arab Saudi, dan Jepang; Total ekspor belerang bulanan Indonesia mencapai 24,08 ton berdasarkan kandungan fisik, dengan tujuan ekspor utama yaitu Jerman, Hong Kong, China, dan AS; Total impor asam sulfat bulanan Indonesia mencapai 55.296,994 ton berdasarkan kandungan fisik, turun 68,1% MoM dan naik 236,6% YoY, terutama dari China, India, dan Korea Selatan; Total ekspor asam sulfat bulanan Indonesia adalah 0.
1 jam yang lalu
SMM Morning Comments - Shanghai Metals Market (SMM)