Kamoa-Kakula Mulai Menerima Daya Dasar 30 MW saat Fasilitas Baterai Surya Mencapai Operasi Komersial
Sistem tenaga surya fotovoltaik dan penyimpanan energi baterai CrossBoundary Energy yang melayani kompleks tembaga Kamoa-Kakula di Republik Demokratik Kongo telah mencapai operasi komersial pada 12 Agustus 2026, dan kini memasok daya beban dasar kontinu sebesar 30 MW kepada Kamoa Copper. Pencapaian ini hadir 16 bulan setelah Kamoa Copper menandatangani perjanjian pembelian listrik dengan CrossBoundary Energy pada April 2025, menandai peralihan proyek dari tahap komisioning ke operasi komersial.
Fasilitas ini terdiri dari kapasitas tenaga surya fotovoltaik sebesar 233 MWp dan sistem penyimpanan energi baterai 123 MVA/526 MWh, yang dirancang untuk menyediakan setidaknya 30 MW daya tetap bagi kompleks pertambangan. Sistem baterai memungkinkan listrik yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan dikirim ketika produksi tenaga surya menurun, sehingga proyek dapat menyediakan pasokan listrik kontinu, bukan hanya pasokan siang hari yang berselang. CrossBoundary Energy menyatakan bahwa proyek ini adalah fasilitas tenaga surya-plus-baterai pertama dari jenis dan skala ini di Afrika yang menyediakan daya beban dasar.
Pasokan listrik baru ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari Kamoa-Kakula untuk memperkuat keandalan listrik di operasinya. Kamoa Copper, yang dimiliki bersama oleh Ivanhoe Mines, Zijin Mining Group, dan pemerintah DRC, telah mengembangkan kapasitas tenaga surya dan baterai tambahan di samping peningkatan jaringan listrik DRC dalam upaya mengurangi risiko gangguan listrik dan ketergantungan pada listrik yang dihasilkan diesel.
Mulainya operasi komersial menandai pencapaian penting dalam pasokan listrik bagi Kamoa-Kakula, di mana keandalan listrik tetap penting untuk menjaga operasi pertambangan dan pengolahan yang stabil. Pasokan energi terbarukan tetap sebesar 30 MW yang baru ini diharapkan menjadi sumber tambahan pasokan listrik kontinu di samping jaringan listrik yang ada dan pembangkit cadangan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada diesel. Perkembangan ini sangat relevan karena Kamoa-Kakula terus mengelola kendala operasional dan infrastruktur, menjadikan ketersediaan listrik yang lebih baik sebagai faktor penting dalam mendukung produksi tembaga yang lebih stabil.