[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 21 Agustus 2026
UPDATE HARGA HARIAN
Update Harga Harian — 21 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia meningkat di ketiga grade, dengan kenaikan terkuat tercatat untuk bijih Ni 1,6%.
• Ni 1,4%: Harga rata-rata CIF tetap sama $53,3/wmt.
• Ni 1,5%: Harga rata-rata CIF tetap sama $60,8/wmt.
• Ni 1,6%: Harga rata-rata CIF tetap sama $65,8/wmt.
• Premium: Pelaku pasar memverifikasi bahwa premium tetap stabil dibandingkan dengan paruh pertama Agustus, tanpa perubahan signifikan pada tingkat premium yang berlaku.
===================================================================
Pembaruan Kebijakan Terbaru Indonesia — 21 Agustus 2026
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan Indonesia masih menjadi perkembangan kebijakan terbaru utama yang relevan dengan nikel. Pemerintah mengatakan bursa tersebut diharapkan mencakup nikel, batu bara, dan minyak sawit, dengan operasi yang ditargetkan pada 1 Januari 2027, bertujuan untuk menetapkan harga acuan domestik untuk komoditas strategis.
• Dampak nikel: Bursa ini dapat memperkuat pengaruh Indonesia terhadap pembentukan harga nikel dan tolok ukur domestik, berpotensi memberikan peran yang lebih besar bagi harga Indonesia di pasar internasional.
• Perkembangan terbaru: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada 17 Agustus bahwa persiapan sedang dilakukan untuk bursa tersebut, yang untuk sementara disebut Icomex.
Morowali, Sulawesi Tengah: Agustus umumnya merupakan periode yang relatif menguntungkan, dan prakiraan saat ini menunjukkan curah hujan minimal, sehingga operasi penambangan, pengangkutan, dan pelabuhan sebagian besar akan tetap normal.
• Indonesia: ESDM telah mulai menyetujui revisi permohonan RKAB 2026, dengan beberapa penambang nikel yang sebelumnya ditangguhkan diizinkan untuk melanjutkan operasi. Kuota tambahan bijih nikel masih tidak diungkapkan, sehingga dampak pasokan tidak jelas. Revisi ini diharapkan fokus pada mengatasi kekurangan bijih smelter daripada meningkatkan kuota penambangan secara luas.
• Halmahera: Risiko curah hujan musiman lebih tinggi daripada Morowali. Halmahera memiliki iklim lembab bahkan di bulan Agustus, dengan curah hujan terjadi pada banyak hari. Namun, prakiraan mingguan saat ini menunjukkan curah hujan terbatas, sehingga tidak ada gangguan besar yang diharapkan minggu ini.
• Oleh karena itu, untuk Indonesia, Halmahera adalah wilayah yang perlu diperhatikan untuk hujan, bukan Morowali.