China's largest tin producer receives permission to carry out processing trade

Telah Terbit: Jun 9, 2017 17:52
Yunnan Tin Company (YTC) received sole permission from the Ministry of Commerce of the People's Republic of China to carry out the processing trade of tin concentrate.

June 08, 2017 01:00:38 AM
SEATTLE (ITRI.CO.UK): On April 20th this year, Yunnan Tin Company (YTC), the largest tin-producing company in China, received sole permission from the Ministry of Commerce of the People's Republic of China to carry out the processing trade of tin concentrate.

The policy, which was officially announced by YTC on Monday, means the company can buy tin concentrate from abroad without being charged tax by the Chinese government, providing refined tin produced from the concentrate that is imported under the policy is sold to foreign markets.

ITRI View: Under the current system, it is understood that exporters are unable to reclaim the 17% VAT when exporting tin from China. This VAT factor underpins the current price dynamic between China and LME prices but would not be present under the new tolling arrangement. It will be another month or two before YTC can implement this policy, but its introduction is expected to result in at least a short-term rise in Chinese exports and a rebalancing of pricing, with LME prices falling and China prices rising. In contrast to the global tin market, China is currently in a state of oversupply with some stock built up in Q1, which is also likely to encourage exports once this barrier is removed.

Courtesy: www. itri.co.uk

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (09 Sep)
2 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (09 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (09 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (09 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 09 Sep 2026.
2 jam yang lalu
[SMM Analisis] Tinjauan Pasokan Timah Indonesia: Reformasi RKAB, Kepatuhan, dan Penyeimbangan Kembali Kerja Sama Masyarakat
2 jam yang lalu
[SMM Analisis] Tinjauan Pasokan Timah Indonesia: Reformasi RKAB, Kepatuhan, dan Penyeimbangan Kembali Kerja Sama Masyarakat
Baca Selengkapnya
[SMM Analisis] Tinjauan Pasokan Timah Indonesia: Reformasi RKAB, Kepatuhan, dan Penyeimbangan Kembali Kerja Sama Masyarakat
[SMM Analisis] Tinjauan Pasokan Timah Indonesia: Reformasi RKAB, Kepatuhan, dan Penyeimbangan Kembali Kerja Sama Masyarakat
Sejak 2026, harga timah telah meningkat tajam. Selain premi perhatian dari permintaan komputasi AI yang memperkuat kenaikan bertahap, keseimbangan pasokan yang ketat tetap tidak berubah, terus memberikan dukungan dasar bagi harga: pertumbuhan pasokan bijih global terbatas, dan gangguan sisi pasokan sering terjadi, menjadi tema utama fundamental pasar sepanjang tahun. Di antaranya, perubahan di Indonesia sangat kritis—negara ini menyumbang sekitar 22% dari pasokan ingot timah global dan merupakan produsen timah primer terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Dari Januari hingga Agustus 2026, JFX dan ICDX memperdagangkan total 25.830 ton ingot timah, dibandingkan dengan 31.565 ton pada periode yang sama tahun lalu, penurunan tahunan sebesar 18,17%, terutama disebabkan oleh perubahan regulasi dan kontrol penegakan pasar.
2 jam yang lalu
Media Jepang: Jepang kembangkan baterai perovskit terbaru dengan ketahanan 1,5 kali lipat dari perusahaan China
4 jam yang lalu
Media Jepang: Jepang kembangkan baterai perovskit terbaru dengan ketahanan 1,5 kali lipat dari perusahaan China
Baca Selengkapnya
Media Jepang: Jepang kembangkan baterai perovskit terbaru dengan ketahanan 1,5 kali lipat dari perusahaan China
Media Jepang: Jepang kembangkan baterai perovskit terbaru dengan ketahanan 1,5 kali lipat dari perusahaan China
Menurut laporan Nikkei pada 9 September, Toshiba dan Shin-Etsu Chemical Jepang, bekerja sama dengan Universitas Niigata, telah mengembangkan sel fotovoltaik perovskit generasi berikutnya dengan daya tahan yang ditingkatkan hingga 1,5 kali lipat dari produk sebelumnya. Saat ini sel tersebut berada di level tertinggi dunia, dan para mitra bertujuan untuk mengomersialkan produk ini pada tahun 2030-an. Laporan tersebut menyebutkan Jepang akan memanfaatkan daya tahan untuk bersaing dengan perusahaan Tiongkok yang telah mengumpulkan teknologi produksi massal di bidang ini.
4 jam yang lalu