March 2017 Steel Imports Press Release

Telah Terbit: May 5, 2017 19:00
Steel imports spiked by nearly a quarter in March, and were almost a third higher than they were a year earlier.

May 05, 2017 01:30:27 AM
Falls Church, VA (AIIS) - Steel imports spiked by nearly a quarter in March, and were almost a third higher than they were a year earlier.

March imports increased 24.7 percent from February to 3.4 million net tons, 30.5 percent higher than the March 2016 total. Imports from each of the United States’ main trading partners grew by double digits: the European Union, by 71.4 percent to 389,000 net tons (11.8 percent higher than the previous March); Brazil, by 29.1 percent to 488,000 net tons (42.7 percent higher); South Korea, by 21.1 percent to 317,000 net tons (13.3 percent higher); Canada, by 19.5 percent to 583,000 net tons (23.2 percent higher); and Mexico, by 18.6 percent to 311,000 net tons (25.8 percent higher).

During the first quarter of 2017, imports were up 18.7 percent compared to 2016 at 8.93 million net tons. Canada sent the most steel to the United States from January to March – 1.6 million net tons, 13 percent higher than last year. Brazil was next at 1.16 million net tons, an increase of 30 percent, followed by the European Union at 907,000 net tons, a 9.1 percent decrease, South Korea at 890,000 net tons, a 0.8 percent decrease, and Mexico at 826,000 net tons, an 18.6 percent increase.

Semifinished imports in March totaled 879,000 net tons, a jump of more than three quarters compared to March 2016. Year-to-date, semifinished imports grew by 38.4 percent to 1.52 million net tons.

The steel import numbers provide encouragement at a time when other economic indicators are not as positive. Economic growth in the first quarter was just 0.7 percent, according to the Bureau of Economic Analysis, but the sharp increase in steel purchases indicates that companies are investing and building, something that may be reflected in gross domestic product calculations in the next quarter or two. This is also a reminder that restricting imports, and, for that matter, weakening the dollar – two things that President Donald Trump has indicated he would like to do – could stall the move toward sustained economic growth before it gets started.

 

Courtesy : AIIS

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
11 Sep 2026 18:30
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Baca Selengkapnya
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Australia Tinjau Bea Antidumping Baja Galvanis dari India, Malaysia, Vietnam di Tengah Kekhawatiran Seng
Pada 9 September 2026, Australia memulai peninjauan sunset kedua atas tindakan antidumping terhadap baja lembaran galvanis dari India, Malaysia, dan Vietnam, serta secara terpisah meluncurkan peninjauan sunset atas tindakan imbalan terhadap impor dari India. Peninjauan ini mencakup periode Juli 2025–Juni 2026, dengan laporan akhir diperkirakan pada 11 Februari 2027. Karena baja galvanis merupakan sektor penggunaan akhir terbesar untuk seng, tindakan ini secara langsung memengaruhi biaya ekspor dan daya saing, yang berpotensi berdampak pada permintaan seng domestik dan rantai pasok Australia. Mempertahankan bea masuk akan memberikan perlindungan bagi kapasitas baja dan pelapisan domestik, sementara penghentian dapat meningkatkan impor berharga murah dan memengaruhi konsumsi seng regional. Hasil akhir tetap bergantung pada penetapan otoritas.
11 Sep 2026 18:30
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
7 Sep 2026 15:43
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Baca Selengkapnya
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Proyek Ekspansi JCC Hongyuan Copper Senilai 200 Juta Dolar AS Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Menjadi 550.000 Ton pada 2027
Proyek perluasan katoda tembaga 300.000 ton/tahun milik JCC Hongyuan Copper, anak perusahaan Jiangxi Copper Corporation, memasuki tahap pengumuman publik pra-persetujuan penilaian dampak lingkungan pada 4 September, dengan total investasi sekitar 1,416 miliar yuan. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada September 2026 dan selesai pada Desember 2027. Setelah selesai, total kapasitas JCC Hongyuan akan melonjak dari 250.000 ton menjadi 550.000 ton.
7 Sep 2026 15:43
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
3 Sep 2026 19:00
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
Baca Selengkapnya
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
Yen Jepang Menguat USD/JPY Turun di Bawah 159 di Tengah Spekulasi Intervensi
[SMM Kilat Logam Mulia] Yen Jepang melonjak tajam selama perdagangan Rabu, dengan USD/JPY turun di bawah 159 dan ditutup melemah 0,92% di 158,69, memicu spekulasi intervensi mata uang Jepang. Indeks dolar juga turun tajam, dengan lingkungan dolar yang lebih lemah memberikan dukungan bagi logam mulia.
3 Sep 2026 19:00
March 2017 Steel Imports Press Release - Shanghai Metals Market (SMM)