First Nickel Ore Shipment from Indonesia Arrives in China after Indonesian Ban in Early 2014

Telah Terbit: May 2, 2017 16:20
A ship, carrying laterite nickel ore, arrived at No. 81 berth at the Port of Lianyungang, Jiangsu Province on May 1, the first ore shipment from Indonesia since its export ban from January 12, 2014.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
6 jam yang lalu
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
Nickel 28 Capital melaporkan hasil kuartal fiskal pertama 2027 yang kuat, didorong oleh operasi stabil di proyek Nikel-Kobalt Ramu di Papua Nugini. Selama kuartal yang berakhir pada 30 April 2026, Ramu memproduksi 8.785 mt nikel terkandung dan 855 mt kobalt terkandung dalam MHP, sementara penjualan mencapai 8.632 mt nikel dan 838 mt kobalt. Biaya produksi bersih sebesar US$2,81 per pon nikel terkandung. Nickel 28 mencatat bagian laba operasi sebesar US$4,0 juta dari Ramu dan membukukan laba bersih US$2,1 juta, didukung oleh harga nikel dan kobalt yang menguntungkan, daya bayar yang kuat, serta biaya operasi yang relatif rendah.
6 jam yang lalu
[SMM Analysis] Data Ekspor Belerang Kanada – Proyeksi Ekspor 2026 Sebesar 5,2 Juta Ton
9 jam yang lalu
[SMM Analysis] Data Ekspor Belerang Kanada – Proyeksi Ekspor 2026 Sebesar 5,2 Juta Ton
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Data Ekspor Belerang Kanada – Proyeksi Ekspor 2026 Sebesar 5,2 Juta Ton
[SMM Analysis] Data Ekspor Belerang Kanada – Proyeksi Ekspor 2026 Sebesar 5,2 Juta Ton
Kiat: Artikel ini cukup panjang. Anda bisa langsung merujuk ke bagian akhir: Pertanyaan & Jawaban Inti Berapa kapasitas ekspor tahunan belerang Kanada? Tonase ekspor belerang Kanada mengikuti tren penurunan yang mencapai dasar lalu melonjak drastis. Volume ekspor tercatat 3,35 juta ton pada 2022, 3,12 juta ton pada 2023, 3,02 juta ton pada 2024, dan melonjak ke puncak historis 4,25 juta ton pada 2025. Tonase ekspor yang disetahunkan diperkirakan mencapai 5,22 juta ton pada 2026.
9 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
10 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi XII DPR hari ini memfokuskan pembahasan pada prosedur dan persyaratan pengajuan RKAB nikel 2026 tambahan, bukan mengumumkan peningkatan kuota tambang nikel nasional. Pengajuan kuota tambahan hanya dapat dilakukan pada 1–31 Juli 2026, dengan persetujuan dinilai secara kasus per kasus. Kuota tambang tambahan diharapkan diprioritaskan bagi penambang yang memiliki kapasitas smelter terintegrasi domestik, sementara volume akhir alokasi tambahan masih dalam kajian. Dampak Pasar: Pertemuan tersebut tidak memberikan indikasi adanya peningkatan kuota RKAB nikel 2026 secara nasional, sehingga spekulasi pasar tentang ekspansi kuota yang signifikan belum terkonfirmasi.
10 jam yang lalu
A ship, carrying laterite nickel ore, arrived at No. 81 berth at the P - Shanghai Metals Market (SMM)