Main sea freight index at Baltic Exchange continue to gain to 699 points

Telah Terbit: Jul 11, 2016 10:00
The main sea freight index at Baltic Exchange for ships carrying dry bulk commodities continued to gain mainly on Thursday on higher cape, panamax and supramax rates.

UNITED KINGDOM July 08 2016 11:35 AM

LONDON (Scrap Register): The main sea freight index at Baltic Exchange for ships carrying dry bulk commodities continued to gain mainly on Thursday on higher cape, panamax and supramax rates.

The Baltic Dry Index, which provides an assessment of the price of moving the major raw materials – such as coal, iron ore and grain – by sea by taking in 23 shipping routes measured on a time charter basis, up by another 05 points to 688 points on Thursday.

The index is based on a daily survey of agents all over the world. Baltic Dry hit a temporary peak on May 20, 2008, when the index hit 11,793. The lowest level ever reached was on February 10 2016, when the index plummeted to 290 points.


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Persediaan Aluminium LME Turun 0,55% dalam Sehari, Turun 11,84% dalam Sebulan
5 jam yang lalu
Persediaan Aluminium LME Turun 0,55% dalam Sehari, Turun 11,84% dalam Sebulan
Baca Selengkapnya
Persediaan Aluminium LME Turun 0,55% dalam Sehari, Turun 11,84% dalam Sebulan
Persediaan Aluminium LME Turun 0,55% dalam Sehari, Turun 11,84% dalam Sebulan
[SMM Kilas Aluminium] Pada 17 Agustus, persediaan aluminium LME tercatat 246.900 mt, turun 1.375 mt dari hari sebelumnya, turun 0,55%; selama sepekan terakhir, persediaan aluminium LME turun total 7.975 mt, turun 3,13%; selama sebulan terakhir, persediaan aluminium LME turun total 33.200 mt, turun 11,84%.
5 jam yang lalu
Waran Kontrak Berjangka Aluminium SHFE Turun 2,92% dalam Sepekan, 22,10% dalam Sebulan
5 jam yang lalu
Waran Kontrak Berjangka Aluminium SHFE Turun 2,92% dalam Sepekan, 22,10% dalam Sebulan
Baca Selengkapnya
Waran Kontrak Berjangka Aluminium SHFE Turun 2,92% dalam Sepekan, 22,10% dalam Sebulan
Waran Kontrak Berjangka Aluminium SHFE Turun 2,92% dalam Sepekan, 22,10% dalam Sebulan
[SMM Kilas Aluminium] Pada 17 Agustus, total waran kontrak berjangka aluminium SHFE mencapai 295.845 mt, turun 1.998 mt dibandingkan hari perdagangan sebelumnya; selama sepekan terakhir, total waran kontrak berjangka aluminium SHFE turun 8.896 mt, penurunan 2,92%; selama sebulan terakhir, total waran kontrak berjangka aluminium SHFE turun 83.946 mt, penurunan 22,10%
5 jam yang lalu
Indonesia Bersiap Meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Baru, Icomex, pada 2027
6 jam yang lalu
Indonesia Bersiap Meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Baru, Icomex, pada 2027
Baca Selengkapnya
Indonesia Bersiap Meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Baru, Icomex, pada 2027
Indonesia Bersiap Meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Baru, Icomex, pada 2027
[Berita Kilat Aluminium SMM] Indonesia sedang bersiap meluncurkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis baru, yang untuk sementara diberi nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex), dengan target mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada 17 Agustus bahwa Icomex akan beroperasi secara umum seperti Bursa Efek Indonesia, tetapi untuk perdagangan komoditas. Pemerintah masih mengembangkan mekanisme pembentukan harga, yang diperkirakan akan mempertimbangkan biaya produksi dan harga pasar internasional. Pemerintah belum memutuskan komoditas mana yang akan diwajibkan atau memenuhi syarat untuk diperdagangkan melalui Icomex. CPO, nikel, dan batu bara disebut sebagai contoh, tetapi Prasetyo menekankan bahwa daftar final masih dalam pembahasan. Pemerintah juga mempertimbangkan bagaimana Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang sudah ada akan masuk ke dalam struktur baru, termasuk apakah ICDX dapat diintegrasikan ke dalam Icomex atau tetap beroperasi secara terpisah
6 jam yang lalu