CISA forecasts huge breakdown in steel sector demand growth and prices

Telah Terbit: Nov 6, 2015 15:30
CISA has predicted sharp decline in Chinese crude steel production, amidst huge fall in demand and prices.

By Anil Mathews (ScrapMonster Author)
November 06, 2015 02:39:25 AM
CISA has predicted sharp decline in Chinese crude steel production, amidst huge fall in demand and prices.CISA forecasts huge breakdown in steel sector demand growth and prices
BEIJING (Scrap Monster): The China Iron & Steel Association (CISA) has predicted sharp fall in the country’s crude steel production. The steel sector demand is expected to slow down and prices are likely to remain subdued. The Association predicts Chinese steel sector output to total 780 million tonnes by 2020. The estimates were provided during an industry conference held in Beijing recently.

CISA notes that steel prices have hit their lowest levels in the past two decades. The steel consumption by the country registered a decline for the first time in over three decades in 2014. The apparent steel consumption by the country has dropped by 3.4% to 738.3 million tonnes during the year. Also, the consumption during the initial nine-month period of the current year has registered further drop by 5.8%. The country’s steel consumption during January to September this year has declined to 533 million tonnes.

On the other hand, top iron ore miners including Rio Tinto and BHP Billiton expects higher steel production by the country. On that assumption, they have expanded their output too. BHP expects Chinese steel output to register moderate growth during the next decade. It expects Chinese steel production to peak between 935 and 985 million tonnes during mid-2020.

The sharp drop in steel demand, rising costs of production and tighter credit norms have led to cut in output by many Chinese smelters during recent times. The smelters, especially in the Northern provinces, are likely to announce even sharper production cuts during the next few months. The suspension of operations by state-owned Anshan Iron & Steel Group at some of its blast furnaces may curtail Chinese steel output in the upcoming months.

Meantime, the official data released recently by the Association indicates that listed Chinese iron and steel companies have plunged to heavy losses during the nine-month period of the current year. 23 out of the 35 listed steelmakers have reported losses during the nine-month period from January to September this year.

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
2 jam yang lalu
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Baca Selengkapnya
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Tingkat operasi batang tembaga sekunder adalah 11,83% pada Agustus 2026, lebih tinggi dari perkiraan 10,26%, naik 1,57 poin persentase MoM tetapi turun 16,5 poin persentase YoY. Pada Agustus 2026, selisih harga rata-rata antara batang katoda tembaga dan batang tembaga sekunder tetap tinggi di 1.450-1.874 yuan/mt sepanjang bulan. Diskon rata-rata batang tembaga sekunder di Jiangxi terhadap futures tembaga berfluktuasi antara 722 yuan/mt dan 1.418 yuan/mt,...
2 jam yang lalu
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
2 jam yang lalu
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Baca Selengkapnya
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Rio Tinto menyatakan telah memperoleh persetujuan masyarakat adat untuk proyek tembaga-emas Winu di Australia Barat, sehingga proyek tersebut dapat dilanjutkan. Perusahaan menyatakan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Nyangumarta Warrarn Aboriginal Corporation (NWAC) yang mencakup pengembangan tambang di wilayah Nyangumarta. Perjanjian ini melanjutkan perjanjian perencanaan proyek yang ditandatangani pada 2023, yang mengatur cara masyarakat Nyangumarta dan Rio Tinto akan bekerja sama seiring kemajuan perencanaan, termasuk langkah-langkah untuk menghindari dampak terhadap lingkungan dan warisan budaya masyarakat adat.
2 jam yang lalu
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
2 jam yang lalu
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Baca Selengkapnya
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Pada briefing hasil semester pertama 2026 yang digelar 11 September, Chengtun Mining menyatakan bahwa rasio utang yang saat ini tinggi terutama merupakan hasil bertahap dari investasi perusahaan pada sumber daya tambang tembaga, emas, dan perak berkualitas tinggi di dalam dan luar negeri. Saat ini, proyek domestik dan luar negeri baru saja menyelesaikan tahap penyerahan sumber daya. Perusahaan menerapkan manajemen dinamis atas belanja modal, memprioritaskan pembayaran utang dan operasional tambang, serta menyesuaikan investasi baru secara fleksibel berdasarkan harga logam. Dalam jangka menengah dan panjang, seiring dengan pelepasan kapasitas dan penguatan arus kas operasional yang berkelanjutan, perusahaan memiliki target yang jelas untuk menurunkan rasio utang, secara bertahap membawa leverage ke tingkat yang wajar bagi industri. Seluruh investasi sumber daya perusahaan telah melalui perhitungan yang ketat, dan kontribusi arus kas dari proyek-proyek mendatang dapat secara bertahap menyerap utang.
2 jam yang lalu
CISA forecasts huge breakdown in steel sector demand growth and prices - Shanghai Metals Market (SMM)