[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 19 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia meningkat di ketiga kadar, dengan kenaikan tertinggi tercatat untuk bijih kadar 1,6% Ni.
• 1,4% Ni: Harga rata-rata CIF tetap $53,3/wmt.
• 1,5% Ni: Harga rata-rata CIF tetap $60,8/wmt,
• 1,6% Ni: Harga rata-rata CIF tetap $65,8/wmt,
• Premi: Pelaku pasar memastikan bahwa premi tetap stabil dibandingkan paruh pertama Agustus, tanpa perubahan signifikan pada level premi yang berlaku.
===================================================================
Pembaruan Kebijakan Terbaru Indonesia — 19 Agustus 2026
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan Indonesia tetap menjadi perkembangan kebijakan utama yang relevan dengan nikel. Pemerintah menyatakan bursa ini diharapkan mencakup nikel, batu bara, dan minyak sawit, dengan target operasional 1 Januari 2027, bertujuan menetapkan harga acuan domestik untuk komoditas strategis.
• Dampak terhadap nikel: Bursa ini dapat memperkuat pengaruh Indonesia dalam pembentukan harga nikel dan patokan domestik, berpotensi memberi harga Indonesia peran lebih besar di pasar internasional.
• Perkembangan terbaru: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 17 Agustus menyatakan bahwa persiapan sedang berjalan untuk bursa yang sementara disebut Icomex tersebut.
Morowali, Sulawesi Tengah: Agustus umumnya periode yang relatif menguntungkan, dan prakiraan saat ini menunjukkan curah hujan minim, sehingga operasi penambangan, pengangkutan, dan pelabuhan seharusnya tetap berjalan normal.
• Halmahera: Risiko curah hujan musiman lebih tinggi dibanding Morowali. Halmahera beriklim lembap bahkan di bulan Agustus, dengan hujan terjadi di banyak hari. Namun, prakiraan mingguan saat ini menunjukkan curah hujan terbatas, sehingga tidak ada gangguan besar yang diantisipasi minggu ini.
• Oleh karena itu, untuk Indonesia, Halmahera adalah wilayah yang perlu diwaspadai terkait hujan, bukan Morowali.