Gold Sees Late Rally on Safe-Haven Demand, Short Covering

Telah Terbit: Jul 7, 2015 17:36
Gold prices rebounded in later trading Monday to score moderate gains on some safe-haven demand, and on short covering and bargain hunting following recent selling pressure.

 

By  Paul Ploumis 07 Jul 2015  Last updated at  04:01:45 GMT
(Kitco News) -Gold prices rebounded in later trading Monday to score moderate gains on some safe-haven demand, and on short covering and bargain hunting following recent selling pressure. Events in Greece and China prompted some safe-haven buying in gold. However, sharply lower crude oil prices that hit a three-month low Monday did limit the upside in the yellow metal. August Comex gold was last up $8.90 at $1,172.50 an ounce. September Comex silver was last up $0.183 at $15.75 an ounce.
 
The Greece public on Sunday voted no to new austerity measures to keep the country receiving financial aid from the European Union and International Monetary Fund. Odds are growing that Greece will leave the European Union monetary system. Negotiations between Greece and the EU/IMF are continuing despite the no vote. Reports said there will be another EU summit held on Tuesday.
 
 Markets reactions to the Greek “no” vote have not been extreme—so far--but there is some anxiety in the market place, which finally prompted some modest safe-haven demand for gold in late trading Monday. European stock markets were lower but not sharply lower Monday. U.S. stock indexes were also weaker. The Euro currency traded moderately lower.
 
Keep in mind history has shown that markets can have a delayed reaction to events like the Greece referendum vote. It would be premature to assume the Greece matter will just fade away in the coming weeks. In fact, such a scenario is unlikely.
 
Events in Greece have overshadowed China’s heretofore overheated stock market, which is now down nearly 30% in just three weeks’ time. The Chinese government enacted new measures over the weekend to stabilize the China equities market, including an injection of government money to stabilize the recent sell off. Many observers argue recent economic developments in China are more important to world markets than the Greece matter. China’s economy—which is the world’s second-largest—is starting to wobble after several years of very strong growth rates. The China news also likely prompted some safe-haven demand for gold.
 
The London P.M. gold fix is $1,166.00 versus the previous A.M. fix of $1,164.25.
 
Courtesy: Kitco News

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Flash】Konsorsium yang Didukung AS Incar Investasi USD 500-600 Juta di Proyek Nikel Kabanga Tanzania
21 Aug 2026 20:22
【SMM Flash】Konsorsium yang Didukung AS Incar Investasi USD 500-600 Juta di Proyek Nikel Kabanga Tanzania
Baca Selengkapnya
【SMM Flash】Konsorsium yang Didukung AS Incar Investasi USD 500-600 Juta di Proyek Nikel Kabanga Tanzania
【SMM Flash】Konsorsium yang Didukung AS Incar Investasi USD 500-600 Juta di Proyek Nikel Kabanga Tanzania
----text start--- 【Konsorsium yang Didukung AS Mengincar Investasi $500 Juta - $600 Juta di Proyek Nikel Kabanga Tanzania】 Konsorsium investasi yang didukung AS, Orion CMC, sedang dalam pembicaraan dengan Lifezone Metals untuk berinvestasi sekitar $500 juta - $600 juta di proyek nikel Kabanga Tanzania dan mengakuisisi saham minoritas yang cukup besar di Kabanga Nickel, sementara Lifezone Metals akan mempertahankan kendali. Kabanga adalah salah satu deposit nikel sulfida kadar tinggi terbesar di dunia, dengan fase pertama diperkirakan akan menghasilkan sekitar 350.000 ton konsentrat nikel setiap tahunnya, bersama dengan produk sampingan tembaga dan kobalt. Sebuah kilang hilir juga direncanakan untuk memproduksi nikel sulfat untuk aplikasi baterai. ----text end---
21 Aug 2026 20:22
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 21 Agustus 2026
21 Aug 2026 18:38
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 21 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 21 Agustus 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 21 Agustus 2026
UPDATE HARGA HARIAN Update Harga Harian — 21 Agustus 2026 Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia meningkat di ketiga grade, dengan kenaikan terkuat tercatat untuk bijih Ni 1,6%. • Ni 1,4%: Harga rata-rata CIF tetap sama $53,3/wmt. • Ni 1,5%: Harga rata-rata CIF tetap sama $60,8/wmt. • Ni 1,6%: Harga rata-rata CIF tetap sama $65,8/wmt. • Premium: Pelaku pasar memverifikasi bahwa premium tetap stabil dibandingkan dengan paruh pertama Agustus, tanpa perubahan signifikan pada tingkat premium yang berlaku. =================================================================== Pembaruan Kebijakan Terbaru Indonesia — 21 Agustus 2026 Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan Indonesia masih menjadi perkembangan kebijakan terbaru utama yang relevan dengan nikel. Pemerintah mengatakan bursa tersebut diharapkan mencakup nikel, batu bara, dan minyak sawit, dengan operasi yang ditargetkan pada 1 Januari 2027, bertujuan untuk menetapkan harga acuan domestik untuk komoditas strategis. • Dampak nikel: Bursa ini dapat memperkuat pengaruh Indonesia terhadap pembentukan harga nikel dan tolok ukur domestik, berpotensi memberikan peran yang lebih besar bagi harga Indonesia di pasar internasional. • Perkembangan terbaru: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada 17 Agustus bahwa persiapan sedang dilakukan untuk bursa tersebut, yang untuk sementara disebut Icomex. Morowali, Sulawesi Tengah: Agustus umumnya merupakan periode yang relatif menguntungkan, dan prakiraan saat ini menunjukkan curah hujan minimal, sehingga operasi penambangan, pengangkutan, dan pelabuhan sebagian besar akan tetap normal. • Indonesia: ESDM telah mulai menyetujui revisi permohonan RKAB 2026, dengan beberapa penambang nikel yang sebelumnya ditangguhkan diizinkan untuk melanjutkan operasi. Kuota tambahan bijih nikel masih tidak diungkapkan, sehingga dampak pasokan tidak jelas. Revisi ini diharapkan fokus pada mengatasi kekurangan bijih smelter daripada meningkatkan kuota penambangan secara luas. • Halmahera: Risiko curah hujan musiman lebih tinggi daripada Morowali. Halmahera memiliki iklim lembab bahkan di bulan Agustus, dengan curah hujan terjadi pada banyak hari. Namun, prakiraan mingguan saat ini menunjukkan curah hujan terbatas, sehingga tidak ada gangguan besar yang diharapkan minggu ini. • Oleh karena itu, untuk Indonesia, Halmahera adalah wilayah yang perlu diperhatikan untuk hujan, bukan Morowali.
21 Aug 2026 18:38
Impor NPI Kelas Tinggi China Mencapai Titik Terendah Baru pada Juli 2026, Turun untuk Bulan Ketiga Berturut-turut
21 Aug 2026 18:04
Impor NPI Kelas Tinggi China Mencapai Titik Terendah Baru pada Juli 2026, Turun untuk Bulan Ketiga Berturut-turut
Baca Selengkapnya
Impor NPI Kelas Tinggi China Mencapai Titik Terendah Baru pada Juli 2026, Turun untuk Bulan Ketiga Berturut-turut
Impor NPI Kelas Tinggi China Mencapai Titik Terendah Baru pada Juli 2026, Turun untuk Bulan Ketiga Berturut-turut
[SMM Nickel Flash] Menurut data bea cukai, impor NPI kadar tinggi China terus menunjukkan tren penurunan pada Juli 2026, turun untuk bulan ketiga berturut-turut dan mencapai titik terendah baru tahun ini.
21 Aug 2026 18:04
Gold Sees Late Rally on Safe-Haven Demand, Short Covering - Shanghai Metals Market (SMM)