SMM Nickel Market Daily Review (2015-6-29)

Telah Terbit: Jun 30, 2015 09:27
SMM #1 nickel prices were between RMB 90,800-91,900/mt.

SHANGHAI, Jun. 30 (SMM) – SMM #1 nickel prices were between RMB 90,800-91,900/mt. Premiums of Jinchuan nickel against the most actively traded contracts on the Wuxi electronic trading were RMB 200/mt in the morning. Trading improved recently as downstream buyers replenished stocks on slumping nickel prices, causing trading to improve, and with traded prices between RMB 89,800-90,800/mt. Nickel prices continued to fall in the afternoon and hit a record low. With Jinchuan nickel price dropping below RMB 90,000/mt, some traders began to hold back goods. Downstream buyers turned reticent, with traded prices between RMB 89,000-89,900/mt. Jinchuan Group lowered prices by RMB 1,000/mt to RMB 935,000/mt.

SMM surveyed 30 market players to find that 8 of them are bullish toward nickel prices, 17 are neutral and 5 are bearish.

The 27% optimistic ones think LME nickel prices will rise to USD 12,200-12,500/mt. The deposit reserve ratio and interest rate cut by the PBOC will help release liquidity. The China Securities Regulatory Commission (CSRC) is expected to pause IPO to help ease market panic. Chronic Greek crisis is also expected to reach some resolution. Positive economic indicators from the US mean domestic economy is recovering. Cargo holders have begun to hold back goods on slumping nickel futures prices. Meanwhile, the monsoon in the Philippines will cause nickel ore supply to decrease. In this scenario, LME nickel prices should rebound this week, and SHFE 1509 nickel prices will rise to RMB 92,000-94,000/mt.

56% neutral ones believe LME nickel price will fluctuate between USD 12,000-12,200/mt. Demand for nickel weakened significantly on the off-season and impact on domestic stainless steel plants from anti-dumping measures by other countries. As nickel prices have fallen below costs lines, cargo holders are unwilling to sell. But panic dominated the market. LME nickel prices should remain low in the near term, and SHFE 1509 nickel contract prices should move between RMB 90,000-92,000/mt.

17% see LME nickel prices falling to USD 11,800-12,000/mt. Growing likelihood of a Grexit will push up the US dollar, weighing down base metals prices. Interest rate and deposit reserve ratio cut by the PBOC will help release liquidity, but will not contribute to nickel demand in the near term. Falling nickel prices also caused selloffs of finance-driven imports, further pushing down nickel prices. SHFE 1509 nickel contract prices will move between RMB 88,000-90,000/mt.
 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
6 jam yang lalu
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Baca Selengkapnya
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Tingkat Operasi Batang Tembaga Sekunder Naik pada Agustus 2026, Harga Tinggi dan Biaya Pajak Menekan Laba
Tingkat operasi batang tembaga sekunder adalah 11,83% pada Agustus 2026, lebih tinggi dari perkiraan 10,26%, naik 1,57 poin persentase MoM tetapi turun 16,5 poin persentase YoY. Pada Agustus 2026, selisih harga rata-rata antara batang katoda tembaga dan batang tembaga sekunder tetap tinggi di 1.450-1.874 yuan/mt sepanjang bulan. Diskon rata-rata batang tembaga sekunder di Jiangxi terhadap futures tembaga berfluktuasi antara 722 yuan/mt dan 1.418 yuan/mt,...
6 jam yang lalu
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
6 jam yang lalu
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Baca Selengkapnya
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Rio Tinto Amankan Persetujuan Masyarakat Adat untuk Proyek Tembaga-Emas Winu di Australia Barat
Rio Tinto menyatakan telah memperoleh persetujuan masyarakat adat untuk proyek tembaga-emas Winu di Australia Barat, sehingga proyek tersebut dapat dilanjutkan. Perusahaan menyatakan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Nyangumarta Warrarn Aboriginal Corporation (NWAC) yang mencakup pengembangan tambang di wilayah Nyangumarta. Perjanjian ini melanjutkan perjanjian perencanaan proyek yang ditandatangani pada 2023, yang mengatur cara masyarakat Nyangumarta dan Rio Tinto akan bekerja sama seiring kemajuan perencanaan, termasuk langkah-langkah untuk menghindari dampak terhadap lingkungan dan warisan budaya masyarakat adat.
6 jam yang lalu
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
6 jam yang lalu
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Baca Selengkapnya
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Chengtun Mining Berupaya Menurunkan Rasio Utang seiring Kemajuan Proyek dan Penguatan Arus Kas
Pada briefing hasil semester pertama 2026 yang digelar 11 September, Chengtun Mining menyatakan bahwa rasio utang yang saat ini tinggi terutama merupakan hasil bertahap dari investasi perusahaan pada sumber daya tambang tembaga, emas, dan perak berkualitas tinggi di dalam dan luar negeri. Saat ini, proyek domestik dan luar negeri baru saja menyelesaikan tahap penyerahan sumber daya. Perusahaan menerapkan manajemen dinamis atas belanja modal, memprioritaskan pembayaran utang dan operasional tambang, serta menyesuaikan investasi baru secara fleksibel berdasarkan harga logam. Dalam jangka menengah dan panjang, seiring dengan pelepasan kapasitas dan penguatan arus kas operasional yang berkelanjutan, perusahaan memiliki target yang jelas untuk menurunkan rasio utang, secara bertahap membawa leverage ke tingkat yang wajar bagi industri. Seluruh investasi sumber daya perusahaan telah melalui perhitungan yang ketat, dan kontribusi arus kas dari proyek-proyek mendatang dapat secara bertahap menyerap utang.
6 jam yang lalu