Pada Desember 2024, Indonesia mengekspor sekitar 1,02 juta mt baja tahan karat ke Tiongkok, turun sekitar 437 ribu mt dibandingkan bulan sebelumnya (MoM), yang mewakili penurunan MoM sekitar 30,05% dan penurunan tahunan (YoY) sekitar 46,56%.

Berdasarkan negara, di antara sepuluh negara dan wilayah teratas yang mengimpor dari Indonesia pada Desember, total volume impor bervariasi. Secara keseluruhan, total volume ekspor baja tahan karat turun di bawah 400 ribu mt menjadi 385,700 mt, turun sekitar 29,800 mt MoM. Selain itu, total volume ekspor ke sepuluh negara teratas menyumbang 99,96% dari volume ekspor bulanan, naik 0,01 poin persentase MoM. Pada Desember, pasar baja tahan karat domestik memasuki musim sepi tradisional, dengan beberapa penumpukan stok di inventaris sosial. Selain itu, konsumsi yang lemah menyebabkan penumpukan stok berkelanjutan di surat berharga gudang berjangka, yang semakin membatasi momentum pemulihan kenaikan baja tahan karat. Harga spot baja tahan karat memasuki tren penurunan, mencapai level terendah dalam beberapa tahun. Sementara itu, permintaan domestik yang lemah menyebabkan penurunan signifikan dalam total impor baja tahan karat dari Indonesia pada Desember. Dari sisi bahan baku, harga baja tahan karat yang lemah pada Desember terus berdampak negatif pada sisi bahan baku, dengan harga NPI berkadar tinggi juga mengalami penurunan berkelanjutan. Namun, dengan pelepasan terkonsentrasi bijih nikel Indonesia, harga kembali naik, dan profitabilitas NPI berkadar tinggi di smelter utama meningkat. Area produksi utama menyesuaikan ritme produksi untuk mengurangi output baja tahan karat, sehingga meningkatkan total volume ekspor NPI berkadar tinggi. Akibatnya, total volume ekspor baja tahan karat secara keseluruhan menurun. Dari negara lain, pertumbuhan pada Desember terutama terkonsentrasi di India, Turki, Thailand, dan Korea Selatan. India mencatat pertumbuhan paling signifikan, dengan total impor baja tahan karat dari Indonesia meningkat sekitar 87,900 mt MoM. PMI manufaktur India pada Desember berada di angka 56,4, tetap berada di wilayah ekspansi. India masih berada pada tahap awal pengembangan manufaktur dan sangat bergantung pada baja tahan karat dari Tiongkok dan Indonesia. Peningkatan YoY dalam impor baja tahan karat dari Indonesia pada Desember adalah sekitar 183,93% untuk India, 44,52% untuk Turki, 38,26% untuk Thailand, dan 27,78% untuk Korea Selatan.

Berdasarkan jenis produk, pada Desember, volume ekspor skrap baja tahan karat sekitar 4,200 mt, turun sekitar 12,74% MoM dan naik sekitar 19,73% YoY; volume ekspor billet baja tahan karat sekitar 41,400 mt, turun sekitar 33,18% MoM dan 75,3% YoY; volume ekspor baja tahan karat canai panas sekitar 244,200 mt, naik sekitar 4,92% MoM dan 90,47% YoY; volume ekspor baja tahan karat canai dingin sekitar 95,300 mt, turun sekitar 17,21% MoM dan naik 5,4% YoY; volume ekspor kawat baja tahan karat sekitar 38,22 mt, naik sekitar 1,017,54% MoM dan 762,75% YoY.
![[Analisis SMM] Permintaan Kaku Tetap Stabil Selama Puncak Musim Maret, Persediaan Baja Tahan Karat Sedikit Naik Sementara Tekanan Pengurangan Stok Tetap Berlanjut](https://imgqn.smm.cn/usercenter/TdoSs20251217171724.jpeg)
![[Tinjauan Harian Baja Tahan Karat SMM] Gangguan yang Dipicu Berita Mendorong Kenaikan Futures SS, Sementara Kepercayaan di Pasar Spot Baja Tahan Karat Berangsur Pulih](https://imgqn.smm.cn/usercenter/UrrTG20251217171717.jpg)
![[Ulasan Harian Baja Tahan Karat SMM] Kontrak berjangka SS berfluktuasi naik, dan harga spot baja tahan karat mengikuti tren kenaikan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JdqON20251217171718.png)
