Per 31 Maret, harga ritel ferrokrom tetap stabil. Penawaran di Mongolia Dalam berada di 8.600–8.700 yuan per ton dasar 50%, sedangkan di Sichuan sebesar 8.650–8.800 yuan per ton dasar 50%, naik 100 yuan dibanding bulan sebelumnya. Selisih harga antara wilayah utara dan selatan menyempit, tetapi jarak antara harga ritel dan harga kontrak jangka panjang masih cukup mencolok. Menghadapi tekanan kenaikan biaya akibat tingginya harga bijih krom, sebagian besar produsen ferrokrom baru-baru ini telah merencanakan pemeliharaan dan pengurangan produksi. Ke depan, hubungan penawaran dan permintaan ferrokrom diperkirakan akan berangsur menyesuaikan menuju keseimbangan yang ketat.
1. Biaya Terus Naik, Memicu Inversi Harga
Saat ini, biaya spot ferrokrom di Mongolia Dalam telah mencapai 8.320 yuan per ton dasar 50%, dan biaya rata-rata di Tiongkok selatan mencapai 8.876 yuan per ton dasar 50%, naik 3,75% dibanding bulan sebelumnya. Di satu sisi, kenaikan berkelanjutan harga bahan baku bijih krom telah mendorong biaya naik; di sisi lain, penyesuaian kebijakan listrik yang sering terjadi telah memperbesar tekanan biaya listrik.

Bijih Krom
Setelah libur, harga berjangka dan harga spot bijih krom terus meningkat. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong naik harga bahan bakar dan tarif angkutan laut, dengan beberapa perusahaan pelayaran memberlakukan biaya tambahan perang, yang secara signifikan menaikkan biaya pendaratan bijih krom, sementara kuotasi berjangka luar negeri menunjukkan tren naik yang stabil. Bijih halus Afrika Selatan dikutip pada USD 318/ton, dan bijih halus Turki telah melampaui USD 400/ton. Sementara itu, persediaan berharga rendah dari periode sebelumnya telah habis. Di tengah tingginya biaya penerimaan barang, pelaku perdagangan domestik menunjukkan sikap kuat untuk menopang harga dan menguji kenaikan, sehingga harga spot bijih krom tetap berada di level tinggi.
Listrik
Penyesuaian kebijakan telah menaikkan biaya listrik bagi produsen ferrokrom. Di Tiongkok selatan (misalnya Guizhou), harga listrik naik 0,08–0,12 yuan per kWh, mendorong kenaikan biaya hampir 400 yuan; di Tiongkok utara (Mongolia Dalam), harga listrik penyelesaian naik 0,02 yuan per kWh, sehingga biaya meningkat hampir 100 yuan. Margin laba yang menyusut telah menempatkan perusahaan ferrokrom dalam dilema inversi antara biaya dan harga.
2. Jadwal Produksi Hilir Tinggi tetapi Pelepasan Permintaan Terbatas
Menurut statistik SMM, produksi baja nirkarat pada Maret 2026 melonjak 44,65% dibanding bulan sebelumnya, sehingga menghasilkan permintaan ferrokrom sekitar 617.500 ton logam. Meskipun jadwal produksi pulih ke level tertinggi dalam sejarah, aktivitas pembelian oleh pabrik baja hilir tetap lesu karena sebagian besar menghabiskan persediaan bahan baku sebelum libur, sehingga sentimen permintaan dan transaksi di pasar ferrokrom tipis. Sementara itu, pabrik baja besar menetapkan harga tender baja Maret tetap datar secara bulanan di 9.245 yuan per ton dasar 50%, lebih rendah dari ekspektasi optimistis di tengah musim puncak konsumsi tradisional “Maret Emas, April Perak”. Pelaku pasar kurang percaya diri, sehingga kinerja pasar secara keseluruhan selama bulan tersebut lemah.

3. Rencana Perawatan Industri Akan Memperketat Pasokan ke Depan
Pada 20 Maret, Tsingshan dan TISCO mengumumkan harga pembelian tender ferrokrom karbon tinggi untuk April 2026 masing-masing sebesar 8.395 yuan dan 8.195 yuan per ton dasar 50%, naik 150 yuan dari Maret tetapi masih di bawah perkiraan pasar yang sebelumnya optimistis. Selisih yang lebar antara harga ritel dan harga kontrak jangka panjang menekan kepercayaan pasar. Ditambah kerugian besar akibat lonjakan biaya, industri mengadakan pertemuan untuk membahas langkah penanggulangan. Sejumlah produsen mengumumkan rencana perawatan dan pengurangan produksi, yang berarti output ferrokrom karbon tinggi Tiongkok kemungkinan akan menurun pada April.
Di pasar luar negeri, negosiasi mengenai kebijakan harga listrik sementara Afrika Selatan mengalami kebuntuan. Produsen krom utama, Glencore, menyatakan bahwa syarat kontrak tidak layak dijalankan, sehingga pemulihan produksi ferrokrom lokal secara nyata tetap terbatas. Data Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa Tiongkok mengimpor 265.100 ton ferrokrom karbon tinggi pada Januari–Februari 2026, turun 51,6% dibanding tahun sebelumnya. Impor ferrokrom masih memerlukan waktu untuk kembali ke level rata-rata historis, sehingga dampaknya terhadap pasar domestik tetap terbatas dalam jangka pendek, dan impor diperkirakan tetap rendah.
Secara keseluruhan, meskipun baja nirkarat hilir mempertahankan jadwal produksi yang tinggi, pasokan ferrokrom akan semakin ketat. Hubungan penawaran dan permintaan ferrokrom di Tiongkok diperkirakan secara bertahap bergeser dari surplus di sekitar Festival Musim Semi menuju keseimbangan yang ketat.




