Kereta berbadan aluminium ini, masing-masing mampu mengangkut hingga 700 penumpang dan mencapai kecepatan 100 km/jam, dirancang khusus untuk tahan terhadap suhu tinggi dan kondisi badai pasir di Nigeria. Hal ini menandai tonggak penting dalam infrastruktur transportasi negara itu.
Aluminium siap menggantikan logam tradisional dengan beratnya yang ringan, ketahanan korosi, kemampuan formabilitas, dan kekuatan spesifik yang tinggi. Penggunaannya dapat mengurangi berat keseluruhan badan kereta hingga 50 persen, menjadikannya material penting dalam transformasi industri kereta api yang sedang berlangsung.
Jalur ARMT telah dibangun sejak 2007, dengan keterlibatan raksasa konstruksi Tiongkok, China Civil Engineering Construction Corporation (CCECC). Didanai oleh pinjaman dari Export-Import Bank of China, bagian pertama dari jalur ini dibuka pada 2018. Awalnya dilayani oleh unit ganda elektrik (EMU) tiga gerbong CRRC. Namun, karena sistem kawat atas belum selesai, EMU sementara ditarik oleh lokomotif diesel.
Pembangunan jalur ARMT, yang telah berlangsung sejak 2007, menghadapi kemunduran signifikan pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Namun, setelah tinjauan proyek yang komprehensif dan perbaikan infrastruktur, konstruksi dilanjutkan pada Mei 2024, menunjukkan ketahanan dan komitmen proyek untuk diselesaikan.
CRRC Corporation Ltd. telah muncul sebagai pemain kunci di sektor kereta api Nigeria, menyediakan lokomotif diesel, gerbong penumpang, dan kereta metro. Keputusan perusahaan untuk mendirikan fasilitas produksi di Nigeria untuk gerbong barang semakin memperkuat posisinya di industri transportasi yang berkembang pesat.
Ekonomi Nigeria, yang terbesar di Afrika pada 2022, diperkirakan turun ke peringkat keempat tahun ini. Sementara itu, menurut perkiraan dari International Monetary Fund, Mesir, yang menduduki peringkat pertama pada 2023, diproyeksikan turun ke peringkat kedua di belakang Afrika Selatan karena serangkaian devaluasi mata uang.



