[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Formula Penetapan Harga Nikel Baru Indonesia Akan Menaikkan Biaya Sektor Baja Tahan Karat
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia merevisi formula HPM bijih nikel pada Kuartal 2 tahun 2026, dengan menaikkan faktor penyesuaian secara signifikan serta untuk pertama kalinya memasukkan kobalt, besi, dan kromium dalam penetapan harga. Perubahan ini akan meningkatkan harga dasar di semua kadar, terutama untuk bijih kadar rendah yang digunakan dalam hidrometalurgi, sehingga memberikan tekanan biaya besar pada industri baja tahan karat dan energi baru. Pasokan tetap ketat akibat tertundanya persetujuan kuota penambangan dan meningkatnya biaya pemurnian. Menyusul sinyal kebijakan tersebut, harga nikel berjangka internasional telah menembus level resistensi utama. Para analis menilai bahwa tingginya biaya bahan baku dapat menjadi norma baru, dengan potensi kenaikan harga lebih lanjut jika produksi nikel olahan menurun atau dampak kebijakan melampaui ekspektasi pasar.